Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ditanya Tarif Pertamax, Ini Jawaban Menteri ESDM

Editor News • Jumat, 25 Maret 2022 | 06:24 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif belum bisa memastikan kenaikan tarif BBM jenis Pertamax. Menurutnya perlu ada kajian mendalam dan intens. Terutama tentang kondisi harga minyak dunia.
Diakui olehnya, harga minyak dunia saat ini bergejolak. Imbasnya tentu kepada penerapan tarif BBM non subsidi. Salah satunya adalah jenis Pertamax.
"Pertamax ini kita lihat perkembangannya, masih belum bisa pastikan," jelasnya ditemui usai forum diskusi The 1st Energy Transition World Group (ETWG-1) G20 di Hotel Sheraton Mustika Jogjakarta, Kamis (24/3).
Arifin membeberkan stabilitas dunia juga berdampak. Kondisi isu Geopolitik di Benua Eropa menjadi salah satu pertimbangan. Apabila konflik Rusia-Ukraina berlanjut maka berpengaruh ke stabilitas harga minyak dunia.
Kondisi ini tentu membuat Indonesia mengambil langkah antisipasi. Termasuk wacana menaikan tarif BBM jenis Pertamax. Meski hingga saat ini belum jelas realisasinya.
"Dengan isu geopolitik kita juga harus mempertimbangkan kedepan, lihat dan antisipasi. Apakah ini akan berkepanjangan atau enggak. Apakah akan berdampak terhadap perdagangan minyak," katanya.
Pihaknya juga telah menyusun sejumlah skema. Diawali dengan komunikasi kepada Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi atau OPEC. Hasilnya adalah jaminan ketersediaan minyak bumi.
"Tapi kalau mengenai harga, mereka belum bisa memberikan kepastian," ujarnya.
Disatu sisi Bank Sentral Amerika The Federal Reserve telah memberikan peringatan. Berupa kondisi stabilitas ekonomi global selama isu geopolitik berlanjut. Ancaman, lanjutnya, diprediksi berdampak serius pada ekonomi global.
Arifin membeberkan, apabila berkelanjutan maka menjadi beban badan dan sektor usaha. Termasuk yang memiliki kewenangan menyalurkan BBM. Tak terlepas untuk BBM jenis non subsidi.
"Cuma memang kalau kelamaan bebannya boleh juga. Ya kita lihat lah semester II. Ya itu tadi kita lihat dampaknya kepada masyarakat, berat apa enggak. Tapi nanti kita lihat semester II," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#minyak dunia #pertamax naik #ESDM Pertamax #konflik rusia ukraina