Upaya akselerasi vaksin booster dilakukan hanya dengan imbauan dan sosialisasi. Masyarakat diminta datang ke sentra vaksin terdekat dari kediamannya. Faktanya tidak banyak yang bergerak untuk mendapatkan suntikan booster. Pasalnya tidak ada urgensi mereka untuk berbondong-bondong ke sentra vaksin. "Apalagi kebijakan pemerintah cukup dua kali saja sudah cukup untuk aktivitas di luar. Kelihatannya agak sedikit terlambat untuk (vaksinasi dosis tiga) yang (masyarakat) umum," jelasnya.
Vaksinasi massal untuk booster juga dinilai tidak efektif. Antusias masyarakat sangat rendah. Lantas Pemprov DIJ mengandalkan sentra vaksin yang ada di berbagai fasilitas kesehatan. "Upaya kami membuka sentra vaksin mulai di dinas kabupaten kota sampai puskesmas itu tetap kami lakukan. Untuk massal saya kira belum efektif. Yang kami sediakan saja kadang masyarakat nggak datang atau kurang optimal. Seperti yang dilakukan di kantor Dinkes DIJ," jelasnya.
Meski begitu, Sumadi optimistis vaksin booster bagi anak dan remaja dinilai lebih progresif. Terlebih interval pemberia vaksin saat ini menjadi minimal 3 bulan setelah vaksin dosis kedua. "Kalau remaja kami optimistis bisa mencapai target karena pelaksanaannya di sekolah-sekolah," imbuhnya.
Terpisah, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menambahkan kondisi masyarakat saat ini merasa tidak memiliki urgensi untuk melakukan vaksin booster. Apalagi vaksin booster tidak dipersyaratkan dalam perjalanan dan kegiatan publik lainnya. "Kalau mau supaya semua tiga kali (vaksin, Red) ya syarat bepergian bukan dua kali tapi tiga kali. Kalau bisa, booster itu juga sudah jadi syarat untuk melakukan sesuatu. Misalnya perpanjangan SIM harus sudah booster," jelasnya.
Aji terus mengimbau dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas sentra vaksin booster yang telah disediakan. Masyarakat dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan Pemprov DIJ. Hal ini untuk menekan laju penularan dan persebaran virus. "Silahkan datang di sentra vaksin, semua yang memenuhi persyaratan kami layani. Nggak pernah berhenti, tetap kami jalan terus," imbuhnya. (cr4/bah). Editor : Editor Content