Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIJ Kuncoro Cahyo Aji membenarkan adanya penutupan TPST Piyungan oleh Pemprov DIJ.
"Karena ada jalan di tengah area itu, gang rusak sehingga harus diperbaiki. Jalan itu untuk masuk sampah ke lebih dalam sehingga perlu pembenahan itu jumat sabtu dan minggu," ujarnya kemarin (18/3).
Kuncoro memastikan tidak ada penambahan waktu perbaikan jalan. Pasalnya apabila terjadi, masalah besar akan muncul. Tempat pembuangan akhir di wilayah Kota Jogja, Sleman dan Bantul bisa membludak tidak terkendali. "Semoga Minggu siang sudah selesai, ini sudah kami lembur semua jadi semua area dan sarana dipush (didorong, Red)," imbuhnya.
Perbaikan dilakukan karena memang bentuk perawatan rutin. Ditambah laporan dari masyarakat yang mengeluhkan jalan tidak layak dilewati dan membahayakan. "Setiap hari untuk lewat kendaraan berat to, jadi memang ada perawatan. Kalau darurat sudah darurat. Sudah terlalu banyak (sampah, Red) tapi perawatan memang rutin jadi memang harus diperbaiki supaya tidak ada kecelakaan dan lain sebagainya," jelasnya.
Terpisah, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji meminta kepada masyarakat untuk menekan dan mengurangi produksi sampah rumah tangga. Adanya perbaikan di kawasan TPST Piyungan berpotensi membludaknya sampah di depo-depo. Dia pun meminta agar masyarakat mengurangi pembuangan sampah ke depo. "Mohon masyarakat bisa menahan diri untuk mengurangi sampah. Mudah-mudahan 2-3 hari (perbaikan selesai, Red)," imbuhnya. (cr4/bah) Editor : Editor Content