Perempuan 23 tahun yang akrab disapa Mita itu awalnya memakaikan dress berwarna merah bertema Natal pada Sky. Kemudian menggantinya dengan dress bertema Imlek. Lulusan Kesehatan Masyarakat ini pun melengkapi peliharaannya dengan sepatu anjing.
“Sepatunya ini kami beli dari luar, susah cari yang jual di Indonesia,” ungkapnya, seraya menunjuk peliharaannya yang tengah duduk disuapi snack oleh Valentinus Adityo Wibowo.
Selain itu, Mita juga mengaku kesulitan mencari penjual pakaian anjing di Jogja. Dari dua boks pakaian khusus anjing, ia harus memesan pakaian dari penjahit yang berdomisili di Jakarta, Surabaya, atau Bandung. Tapi, tentu itu bukan masalah. Sebab melihat peliharaannya dapat mencuri perhatian adalah sebuah kebahagiaan.
“Buat koleksi, sama lucu. Kami kan sering ke acara-acara bawa anjing gitu. Terus pengen anjingnya dilirik sama yang lain. Jadi dipakaikan baju,” jelasnya.
Mita juga kerap mengikutsertakan anjingnya dalam kontes. Sehingga pakaian untuk binatang peliharaan atau pets fashion adalah hal yang sangat penting baginya. “Biasanya lomba anjing di Jogja itu emang dari kepatuhan dan kecantikan, sama fashion sih,” sebutnya.
Nah, kontes anjing ini biasanya digelar berdekatan dengan momen perayaan, semisal Natal atau Imlek. Sehingga pada momen itu pula, Mita kerap hunting kebutuhan fashion anjing-anjing peliharaannya. “Jadi seringnya beli pas mendekati animal event gitu,” bebernya.
Satu lembar pakaian anjing dibeli Mita dengan harga Rp 30 ribu sampai Rp 150 ribu. Tergantung jenis dan material yang digunakan. Sementara dalam memilih pakaian, ternyata ia tetap mengutamakan kenyamanan bagi peliharaannya.
Pemilihan baju biasanya diawali dengan melihat review si penjual di marketplace. Sebab Mita belum menemukan produsen baju hewan di Jogja. “Lihat, kalau ada yang bilang bajunya kaku pasti nggak jadi. Kami beli yang bahannya lembut,” ucapnya.
Material kain yang kaku biasanya tidak disukai oleh peliharaan. Ketidaksukaan itu bahkan ditunjukkan oleh si peliharaan dengan merusak pakaian yang dikenakannya. “Biasanya digigitin, itu tandanya mereka nggak suka,” paparnya.
Jika sudah demikian, meskipun pakaian dinilai lucu dan bagus, tidak akan dipakaikan lagi ke peliharaan. Bagi Mita, kenyamanan peliharaannya adalah nomor satu. “Kalau dia nggak nyaman, difoto pun nggak akan bagus,” tandasnya. (fat/laz) Editor : Editor Content