Salah satu founder AFJ Rejeki Marsudiyani mengatakan kerjasama ini rutin. Merupakan upaya dalam mempertahankan gelar bebas rabies. Baginya, vaksinasi rabies sangat penting diberikan kepada hewan peliharaan khususnya kucing dan anjing.
“Untuk mencegah menyebarnya virus rabies karena populasi kucing dan anjing terus meningkat setiap waktu. Jogja kan bebas rabies. Nah itu jangan sampai lepas dan tetap menjadi perhatian dan vaksin rabies harus terus dilakukan,” jelas Yani ditemui di Poliklinik Hewan Kota Jogja, Kamis (24/2).
Yani menuturkan antusias masyarakat cukup tinggi. Terbukti 150 dosis vaksin rabies jenis Rabivet sudah tersalurkan. Baik untuk hewan peliharan kucing maupun anjing.
Dia berharap nantinya kerja sama ini dapat kembali dilaksanakan di seluruh wilayah di Kota Jogja. Tak hanya sebatas vaksinasi gratis saja, Yani juga berharap nantinya Pemkot Jogja juga dapat memberikan fasilitas steril gratis.
“Tidak hanya kerja sama untuk vaksin, tapi kerja sama yang lain yang lebih intens terutama steril. Kedepannya berkeinginan untuk mengadakan steril gratis,” kata Yani.
Sementara itu salah seorang pemilik kucing Sesiliano merasa sangat terbantu dengan adanya vaksinasi rabies. Biasanya, dia harus membawa kucing-kucingnya ke dokter hewan untuk mendapatkan suntik rabies. Terlebih vaksin rabies dibanderol dengan harga yang cukup mahal, yakni Rp.100 ribu hingga Rp.150 ribu.
Untuk mengikuti program Pemkot Jogja ini, Sesiliano cukup menyerahkan foto kopi KTP. Vaksin, lanjutnya, juga tidak dipungut biaya. Alhasil ketiga kucingnya sudah tervaksin rabies.
“Jadi, penyebaran rabies ini juga sangat mudah dan para cat lovers biasanya tidak hanya punya satu kucing. Lumayan biayanya kalau vaksin rabies mandiri. Semoga besok ada vaksinasi yang lain biar bisa membantu juga yang lainnya karena tidak hanya penyakit rabies saja,” ujar Sesil. (isa/dwi) Editor : Editor News