Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIJ Budiharto Setyawan menjelaskan, QRIS menyatukan berbagai macam QR code dari beragam penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP). Baik lokal maupun asing, sehingga transaksi digital menjadi cepat, aman, dan mudah. Dengan begitu, semua QR code akan terintegrasi hanya dengan satu jenis QR code saja.
Saat ini, ada 352 ribu merchant QRIS di DIJ per Desember 2021. Jumlah ini meningkat sebesar 134,75 persen dibandingkan pada 2020. Sementara target pengguna QRIS di DIJ 2022 ialah 206 ribu merchant. Dengan total target jumlah pengguna QRIS tahun ini sebanyak 460 ribu orang. "Bank Indonesia akan terus melakukan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mendorong pemulihan ekonomi khususnya melalui perluasan penggunaan QRIS," ujarnya Jumat (18/2).
Budi menyebut ada potensi yang besar dalam mendukung keberhasilan program 15 juta pengguna baru QRIS. Yakni segmen pasar yang besar, dengan populasi umur produktif sebesar 145 juta. Di mana 54 persen dari total penduduk terdiri dari generasi Z sebanyak 28 persen, dan 26 persen adalah generasi milenial.
"Segmen umur produktif tersebut mayoritas memiliki smartphone dan terbiasa bertransaksi secara digital, seperti belanja online dan mobile banking," ucapnya.
Peningkatan pengguna, lanjutnya, juga akan dilakukan ekspansi dengan perluasan komunitas SIAP QRIS. Yang memiliki potensi merchant dan user base tinggi. “Seperti mal dan pasar, pendidikan, kuliner, pariwisata, tempat ibadah, serta sektor pemerintahan,” bebernya. (cr4/eno) Editor : Editor Content