''Karena sebagian besar berbasis seni dan budaya di masing-masing tiga kampung, harapannya saling mengirimkan anak-anaknya untuk ikut belajar membuat kegiatan bersama. Saling menguatkan agar masyarakat terutama anak-anak kita bekali dengan tata krama seni budaya yang khas Jogjakarta," ujar Heroe.
Anak-anak perwakilan ketiga kampung tersebut diajak merasakan edukasi seni budaya yang ada di tiap lokasinya. Untuk lokasi pertama berada di Kampung Keparakan Kelurahan Keparakan Kemantren Mergangsan sebagai awal wisata Kampung Kembar 'Sareng Tepung'. Anak-anak diajak untuk mengikuti permainan Egrang, Dakon, Egrang Batok serta Tari-tarian.
Selanjutnya, anak-anak berpindah ke lokasi kedua di Kampung Ratmakan, Kelurahan Ngupasan Kemantren Gondomanan. Di sana mereka belajar menabuh gamelan dan menyanyikan tembang jawa sebagai bentuk edukasi seni budaya sehingga tak hilang oleh zaman. Lokasi ketiga adalah Kampung Gunungketur, Kelurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman.
‘’Di sinilah puncak peresmian Kampung Kembar yang bertajuk 'Sareng Tepung'. Mereka diajak untuk membuat apem dan makanan tradisional serta belajar cara memanah atau jemparingan yang merupakan warisan tak benda Kota Jogja,’’ kata Lurah Gunungketur, Sunarni SE.
Ketua Penyelenggara Kampung Kembar 'Sareng Tepung' Yuning Rosanti berharap, ajang ini sebagai upaya mengenalkan, bersosialisasi dan berkomunikasi agar nantinya terwujud Kota Jogja yang nyaman huni dan berpijak pada nilai-nilai keistimewaan. "Semoga kampung kembar menjadi wisata edukasi di perkotaan yang unik dan menarik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Santi, sapaan Yuning Rosanti.
Realisasi program Pemkot Jogja tersebut dibantu hadirnya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia (UII). ‘’Kami sebagai mahasiswa diterjunkan ke sini untuk membantu agar program ramah anak tersebut dapat terwujud. Seluruh peserta KKN UII sebanyak 53 mahasiswa,’’ ujar Koordinator KKN UII, Bella Rizqi Noor.
Mahasiswi Fakultas Ekonomi UII tersebut mengatakan, dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN UII tersebut, Dr Arif Hidayat ST MT dan Lambang Aji S ST. ‘’Kami berupaya untuk menerapkan ilmu yang kami dapat di Kampus UII ke kehidupan nyata,’’ ujar Bella. (*/iwa/dwi) Editor : Editor News