Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasca Bentrok, Warga Wadas Masih Trauma

Editor News • Jumat, 11 Februari 2022 | 05:28 WIB
TRAUMA : Kepala Divisi Advokasi LBH Jogjakarta Julian Dwi Prasetya sampaikan warga Wadas, Purworejo Jawa Tengah masih trauma pasca bentrok, Selasa (8/2). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
TRAUMA : Kepala Divisi Advokasi LBH Jogjakarta Julian Dwi Prasetya sampaikan warga Wadas, Purworejo Jawa Tengah masih trauma pasca bentrok, Selasa (8/2). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kepala Divisi Advokasi LBH Jogjakarta Julian Dwi Prasetya sampaikan warga Wadas, Purworejo Jawa Tengah masih trauma pasca bentrok, Selasa (8/2). Terlebih saat ini sejumlah aparat gabungan masih bersiaga di lokasi bentrok. Jumlahnya juga diklaim dari hari-hari sebelumnya.

LBH Jogjakarta, lanjutnya, berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan advokasi. Timnya juga masih berusaha memulihkan trauma para warga. Terutama kaum perempuan, ibu, lansia dan anak-anak.

“Teman-teman yang ditahan kemarin juga sudah dibebaskan. Tapi tetap kami dampingi, terutama yang dapat intimidasi dan teror. Penerjunan aparat itu tidak hanya berdampak kepada 66 orang ini saja tetapi meluas sampai ke anak-anak lansia,” jelasnya ditemui di Kantor LBH Jogjakarta, Kamis (10/2).

Julian menyebutkan aksi aparat gabungan sangatlah berlebihan. Dengan dalih melakukan pengamanan pengukuran tanah namun berujung represif. Sebanyak 60 lebih warga juga sempat diamankan dan dibawa ke Polres Purworejo.

Adapula 3 warga yang sempat masuk tahapan pemeriksaan. Ketiganya dianggap sebagai provokator atas kericuhan. Julian membantah, karena ketiganya justru sedang beraktivitas normal sebagai warga.

“Ada yang naik ya, 3 orang tapi kemarin bisa dibebaskan harapannya tidak naik ke tahapan penyelidikan. Karena memang ini semua orang yang berjuang untuk lingkungannya dan tidak ada tindak pidana apapun,” katanya.

Julian juga meluruskan adanya tuduhan warga membawa senjata tajam. Dia membenarkan adanya warga yang membawa senjata tajam. Hanya saja kaitannya adalah profesi sebagai petani.

Inilah yang melatarbelakangi aksi represif oleh aparat gabungan. Semuanya terbukti dari video yang direkam oleh warga di sekitar lokasi. Hingga akhirnya tersebar di media sosial.

“Dugaan sajam itu tidak ada sama sekali. Cuma kan bawa sajam perlu dikonfirmasi, petani kan banyak yang bawa sajam karena tidak ada informasi yang detail terkait penerjunan aparat ya aktivitas petani seperti biasa, menyiangi lahan ya bawa cangkul dan lain-lain,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News
#Julian Dwi Prasetya #LBH Jogjakarta #Desa Wadas #wadas melawan