Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Dekat dengan Cat Lovers Isye Dewi

Editor Content • Minggu, 30 Januari 2022 | 15:54 WIB
Cat Lovers Dewi Nur Indahsari Esti Rahayu.(INSTAGRAM ISYEDEWI)
Cat Lovers Dewi Nur Indahsari Esti Rahayu.(INSTAGRAM ISYEDEWI)
RADAR JOGJA - Bagi cat lovers Dewi Nur Indahsari Esti Rahayu, atau yang akrab disapa Isye Dewi, cara mencintai kucing itu bukan dengan membeli. Tapi bisa dengan mengadopsi kucing. Tak perlu juga pilih-pilih jenis kucing tertentu untuk diadopsi.

“Karena kucing apa pun pasti akan cantik kalau dirawat dengan baik,” kata Isye saat berbincang dengan Radar Jogja, kemarin (29/1). Open adopt kucing di Jogja, kata dia, sudah banyak. Rerata merupakan kucing yang dibuang atau ditelantarkan pemiliknya sebelumnya dan kemudian dirawat.

Isye merupakan salah satunya. Saat ini paling tidak ada 25 kucing, yang sebagian besar merupakan kucing yang dibuang, yang dipeliharanya di rumah. Ada beberapa kucing yang dipungutnya dari jalan. Bahkan ada yang dari got. Beberapa merupakan anak kucing. Ada pula yang jadi korban tabrakan. Semua dirawatnya hingga pulih. Juga dengan biaya pribadi. Berapa uang yang dihabiskannya? Presenter di RBTV itu menjawab, "Ya kalau Rp 5 juta sebulan ada."

Dia mengaku setiap kucing yang dipeliharanya memiliki cerita. Salah satunya yang dinamai Kapten. Kucing itu ditemukan Isye di jalan. Dibawa ke klinik, Kapten mendapat diagnose patah tulang di empat titik. Dokter pun menyerah dan memilih tidak mengoperasi. Karena parahnya kondisi Kapten. Diprediksi pun tidak akan bisa kembali sempurna. Bahkan disarankan disuntik mati. “Saya tolak, saya pelihara, hanya dalam empat bulan sudah bisa berdiri sendiri,” ujar yang mendirikan selter Rumah Kucing Momikiti untuk membantu biaya pemeliharaan kucing-kucing yang ditemukannya.

Dosen prodi Komunikasi di Universitas Amikom itu juga menyebut,  saat ini jumlah kucing dibuang mulai berkurang. Dulu Isye mengaku, dalam seminggu bisa menemukan hingga tiga kucing yang dibuang. Kini mulai jarang. Supaya tak banyak kucing yang dibuang, Isye menganjurkan supaya disterilisasi.

Tujuannya untuk mengendalikan reproduksi kucing. “Yang penting diseterilisasi, kucing kalau sudah diseterilisasi kan jadi gemuk,” ungkapnya.
Kucing-kucing yang dipeliharanya memang diwajibkan disteriliasai. Hasilnya mereka kembali tampil cantik dengan bulu yang lebat. Sehingga ketika ditawarkan untuk diadopsi banyak yang mau. Bahkan meski itu merupakan kucing kampung. Karena itu, Direktur Tribakti Center itu, turut mengampanyekan untuk mengadopsi kucing. Bukan membeli kucing.

Hal lain yang jadi perhatiannya, adalah menjadikan kucing bagian dari keluarga. Dengan diperlakukan layaknya anggota keluarga sendiri. Diperiksakan ke dokter hewan jika sakit, maupun diberi makanan selayaknya. Menurut dia, seharusnya kucing diberi makanan khusus kucing. Tapi karena ketidaktahuan, banyak yang diberi makanan manusia. Dia mencontohkan beberapa kesalahan dalam pemeliharaan, seperti memberi kucing susu. “Apalagi susu berlaktosa, yang tidak baik untuk kucing. Kucing dikasih susu kan juga hanya saat bayi,” tutur alumni Teknik Kimia UGM itu.

Pemenuhan hak-hak kucing juga membuat sang hewan peliharaan tidak berkeliaran. Dia menyebut seharusnya memelihara kucing cukup di dalam ruangan. Kucing-kucing yang berkeliaran, hingga masuk ke pekarangan atau rumah tetatangga, karena kurang perhatian dari majikan. Karena itu dia tegas yang memelihara kucing harus buat kucingnya kenyang. “Kalau tetangganya tidak suka kucing, ada yang ditendang bahkan diracun, malah kasihan kucingnya kan,” tuturnya. (vis/pra) Editor : Editor Content
#cat lovers