Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masakan Jadi Lebih Nikmat

Editor Content • Sabtu, 29 Januari 2022 | 19:20 WIB
Chef Joni Kusumahadi.(ISTIMEWA)
Chef Joni Kusumahadi.(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Setiap masakan yang dimasak secara tradisional, terutama dengan keren atau tungku dari tanah liat menggunakan kayu bakar, memang akan menghasilkan cita rasa masakan yang lebih nikmat. Empuk dan kematangan yang didapat pada setiap masakan juga jauh lebih sempurna.

Seorang pakar kuliner, Chef Joni Kusumahadi mengatakan, tidak sedikit orang bilang demikian. Nasi yang ditanak secara tradisional juga memiliki kepulenan yang lebih sempurna. Ini karena panas api dari kayu bakar maupun batok kelapa bisa merata dengan baik ke masakan. “Memang kalau memasak dengan cara seperti itu, karena apinya besar otomatis suhunya makin tinggi dan akan merata ke masakan,” katanya kepada Radar Jogja.

Koki Humanity Food Truck yang namanya terkenal di kalangan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) itu menjelaskan, panas api bisa lebih tinggi sehingga membuat setiap masakan lebih cepat matang sempurna. Berbeda dengan memasak di kompor biasa dengan api kecil yang hanya ada di bagian tengah bawah wajan atau panci.

“Seperti kompor rumahan kan apinya terbatas, walaupun dibesarkan tetap suhu yang akan dicapai tidak maksimal. Dapat mengurangi ketanakan dari masakan yang diolah,” ujar Joni yang juga seorang wirausaha ulung, khususnya di bidang kuliner.

Menurutnya, sumber panas dari bara api itulah yang menjadikan olahan masakan matang secara merata dan sempurna. Pun tidak terbatas jika ingin meningkatkan suhu panas yang tinggi. Berbeda dengan kompor gas yang memiliki tingkat pengaturan api terbatas. “Kalau pengen masaknya dengan api besar, tinggal tambah kayu aja, jadi makin panas tentunya,” jelasnya.

Dikatakan, pemakaian alat tradisional masa lalu jika digunakan masa kini tak selalu menjadikan cita rasa nikmat. Karena ini tergantung dari olahan masakan yang akan dibuat. Seperti masakan-masakan yang cocok adalah gudeg, rendang, ayam taliwang, dan lain sebagainya. “Tentu masakan seperti ini perlu bara api yang panas. Dan masakan sayur-sayuran yang perlu waktu cepat atau singkat supaya nutrisinya tidak hilang,” terangnya.

Kendati begitu, chef yang memimpin dan mengelola anak perusahaan di bidang logistik hingga katering di Indonesia dan Arab Saudi itu kini tak lagi menggunakan alat tradisional untuk proses memasak. Ini karena kendala saat ini yang sudah kesulitan mencari bahan baku kayu untuk membakar. Terlebih di wilayah perkotaan. “Lebih banyak beralih ke kompor modern. Tapi saya pernah buktikan memang, tetap cita rasa masakan yang dimasak dengan kayu bakar jauh lebih nikmat dan gurih daripada dengan kompor masa kini,” tambahnya.

Sementara, Chef Explorasa Nusantara Jawel Husin mengatakan hal senada. Cita rasa menjadi nikmat pada masakan memasak menggunakan keren karena juga dengan proses yang pelan dan menjadikan bumbu meresap. Keren juga tak lepas cara memasaknya menggunakan kayu bakar. “Karena ada aroma kayu itu bisa bikin menambah masakan lebih enak,” katanya. (wia/laz) Editor : Editor Content
#Chef Joni Kusumahadi