Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Heroe Tak Akan Menggugat Pengunggah Parkir Viral

Editor News • Minggu, 23 Januari 2022 | 03:13 WIB
TERIMA KASIH : Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi berterima kasih dan tak akan menggugat pengunggah postingan tarif parkir Rp 350 ribu yang viral di media sosial. (ANNISA KARIN/RADAR JOGJA)
TERIMA KASIH : Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi berterima kasih dan tak akan menggugat pengunggah postingan tarif parkir Rp 350 ribu yang viral di media sosial. (ANNISA KARIN/RADAR JOGJA)
JOGJA - Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyatakan terima kasih pada pengunggah postingan tarif parkir Rp 350 ribu yang viral di media sosial. Informasi tersebut membantu Pemkot Jogja terkait tarif parkir di Kota Jogja. Pemkot Jogja secara tegas menyatakan tidak akan menggugat  pengunggah postingan.

Terkait informasi tersebut, Heroe mengatakan, telah terjadi kesalahpahaman. Sehingga akhirnya informasi tersebut berkembang ke mana-mana. Tidak bisa dipungkiri, kata dia, karena kecepatan informasi medsos sehingga seolah-olah urutan kejadian menjadi tidak jelas.

"Jadi saat itu saya menjawab di beberapa unggahan di Instagram, bahwa saya mengucapkan terimakasih atas klarifikasi dan kronologi kejadiannya dan posisinya yang sudah jelas sebagai korban. Maka saat itu juga, saya bilang tidak ada rencana gugatan kepada pengunggah tersebut," jelas Heroe, Sabtu (22/1).

Hal ini karena posisi pengunggah sudah jelas bukan bagian dari yang melakukan mark up dan justru menjadi korban. Maka dari itu, tidak ada niat apapun dari Pemkot Jogja untuk menggugat korban yang mengunggah postingan tersebut.

Heroe menjelaskan kronologis dari kesimpang-siuran tersebut. Bermula ada viral kasus parkir yang nuthuk Rp 350 ribu. "Wartawan nanya, bagaimana pak ? Saya cek kebenarannya dahulu, dan apakah itu parkir resmi atau bukan. Dishub akan koordinasi dengan Kepolisian untuk melakukan Cek kebenarannya. Tetapi apapun pasti akan ditindak tegas dan tanpa ampun," katanya.

Malam harinya, lanjut Heroe, ada laporan,  bukan murni nuthuk, tapi kongkalingkong mark up. Tepatnya antara kru bus dan teman-temannya dan tukang parkir. Yang meminta kuitansi ditulis sebesar Rp 350 ribu.

Penjelasan itu juga disampaikan pada postingan di Instagram Menteri Sandiaga Uno yang turut berkomentar terkait hal itu. Dengan meletakkan persoalannya yg terjadi. Jadi, jelas HP, persoalan sebenarnya bergeser dari nuthuk ke mark up.

"Dilihat dari unggahan pertama di ICJ, tidak jelas kronologi fakta dan posisinya tersebut. Unggahan pertama cerita kena nutuk Rp 350 ribu tapi di lapangan setelah di cek, soal mark up," ujar mantan wartawan itu.

Maka ketika wartawan bertanya lagi, Heroe mengatakan bus itu kemungkinan besar tidak ikuti aturan perjalanan PPKM di Jogja. Yaitu harus masuk Terminal Giwangan, untuk diperiksa perlengkapan kesehatan Covid-19. Selanjutnya akan mendapat nomer parkir di tempat parkir resmi. Buktinya bus itu ada di tempat parkir liar.

"Yang kedua, isunya tidak lagi nuthuk, tapi mark up," katanya.

Berikutnya, jika pengunggah adalah juga bagian dari yang mark up, maka akan dilaporkan juga. Karena sudah membuat berita palsu atau informasi yg tidak benar, yang menjadikan Kota Jogja menjadi korban dan jadi bulan-bulanan.

"Jadi membicarakan gugatan pengunggah itu, ketika posisi pengunggahnya belum diketahui sebagai bagian dari yang melakukan mark up atau sebagai korban. Dan di sinilah yang menjadi viral ke mana-mana," ujar Heroe.

Beberapa saat kemudian Wawali mendapat informasi di medsos, yang menginformasikan bahwa yang mengunggah sudah melakukan klarifikasi. Yang menginformasikan sebagai korban, dan telah menghapus unggahan pertama. Saat itu pula HP menjawab di beberapa unggahan di Instagram, bahwa justru mengucapkan terimakasih atas klarifikasi dan kronologi kejadiannya, dan posisinya yang sudah jelas sebagai korban.

Maka saat itu juga, dinyatakan tidak ada rencana gugatan kepada pengunggah tersebut. Karena posisinya sudah jelas bukan bagian dari yang mark up, dan malah jadi korban.

"Kesalahpahaman terjadi karena kecepatan informasi di medsos. Urutan kejadian jadi kacau. Jadi yang benar urutannya kejadiannya seperti itu. Ada momentum, ada teksnya dan ada konteksnya," katanya. (pra/dwi) Editor : Editor News
#Parkir Margo Utomo #Pemkot Jogja #Parkir viral #Heroe Poerwadi