Riki Dwi Selamatkan PSS dari Kekalahan

Editor Content • Dipublikasikan Rabu, 19 Januari 2022 | 14:42 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Penyerang PSS Sleman Riki Dwi Saputro menjadi penyelamat timnya saat menghadapi Madura United dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022. Baru masuk pada menit ke-46, pemain 26 tahun itu langsung mencetak gol 8 menit berselang. Laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, kemarin sore (18/1) itu berakhir dengan skor 1-1.

Pertandingan ini sejatinya cukup berat bagi Super Elja. Sebab, mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Kiper PSS Bagus Prasetiyo diusir wasit setelah mendapat kartu merah di menit ke-23.

Unggul jumlah pemain, jelas membuat Madura United berada di atas angin. Tim asal Pulau Garam itu bermain lebih menekan dan terus menerus menggempur lini pertahanan PSS. Hasilnya, Laskar Sape Kerrap -julukan Madura United- mampu unggul lewat aksi Bayu Gatra pada menit ke-41. Skor itu bertahan hingga turun minum.

Pada paro kedua Super Elja mencoba bangkit. Pelatih I Putu Gede Swi Santoso memasukkan beberapa pemain untuk mengejar ketertinggalan. Meski bermain dengan 10 pemain, PSS tidak mengendurkan serangan. Usaha mereka membuahkan hasil. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta melalui sundulan Riki Dwi. Hingga peluit akhir berbunyi skor 1-1 tidak berubah.

Kendati gagal meraup poin penuh, I Putu Gede sangat bersyukur dengan hasil yang didapat. Ia bahkan menyebut kerja keras pemainnya di lapangan sangat luar biasa. Layak di apresiasi. “Saya pikir kalau pun kami kalah, saya tetap apresiasi kepada para pemain,” ujarnya usai laga.

Mantan pelatih Persekat Tegal itu berujar, kemarin adalah kali pertama ia dihadapkan dengan situasi seperti itu. Pertandingan sulit karena timnya harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Kondisi itu, praktis membuat skema permainan berubah.

Disinggung soal kartu merah Bagus Prasetiyo, pelatih 48 tahun itu menilai keputusan wasit sudah tepat. “Layak kartu merah tapi proses sebelum terjadi kartu merah ada situasi insiden pelanggaran di kotak penalti Madura United. Sebelum mereka counter attack itu yang mesti ditelaah ya, kalau pelanggaran memang merah,” tandasnya.

Di sisi lain, I Putu Gede juga melihat Bagus bermain cukup baik di laga debutnya. Sementara soal alasan memainkan Bagus, dia punya alasan tersendiri. “Kami mengistirahatkan Miswar Saputra karena butuh fresh. Nggak ada masalah sebetulnya, kami juga ingin memberi kesempatan pemain lain karena masih banyak pertandingan yang kami hadapi,” bebernya.

Sementara itu, Riki Dwi mengaku bersyukur bisa kembali mencetak gol. Sekaligus membantu timnya terhindar dari kekalahan. “Alhamdulillah dapat satu poin meski saya pribadi ingin mendapat tiga poin. Tapi apapun itu patut disyukuri. Secara tim kami kekurangan pemain, karena bermain dengan 10 pemain. Situasi berbeda tapi kami sudah bekerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.

Hasil imbang tidak membuat PSS beranjak dari papan tengah klasemen sementara. Anak-anak Sleman berada di peringkat 9 dengan koleksi 25 angka. Sementara Madura United menempati posisi 13 dengan torehan 22 poin. (ard/laz) Editor : Editor Content
PSS Sleman BRI Liga 1