Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Obesitas Kini Ramping Berotot

Editor Content • Sabtu, 8 Januari 2022 | 14:30 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Bodybuilding sering diidentikan dengan laki-laki. Banyak yang beranggapan perempuan tidak akan bisa punya otot kekar seperti laki-laki. Siapa sangka Agung Kartika berhasil membentuk otot tubuhnya yang kekar hingga terus konsisten mempertahankan sampai sekarang.

Ternyata, latihan membentuk otot tubuh pada perempuan tak cukup dengan waktu sebentar layaknya laki-laki. Pasalnya, olahraga membentuk otot pada laki-laki bisa dicapai hanya dengan waktu tiga sampai enam bulan saja. Padahal, laki-laki tidak mementingkan diet seperti halnya perempuan.

“Butuh waktu cukup lama (bisa keluar otot), apalagi wanita kerja kerasnya dua kali lipat lebih berat daripada cowok. Cewek harus lebih kerja ekstra 20 sampai 30 persennya, disamping pola makan dijaga dan latihan sering,” katanya kepada Radar Jogja Jumat (7/1).

Awal Tika, sapaan akrabnya, memiliki tubuh kekar seperti sekarang karena niat untuk menurunkan berat badan. Dari semula obesitas, kemudian berkomitmen olahraga melalui fitnes biasa. Tetapi, ketika disusul dengan penurunan berat badan, ternyata hasil untuk membentuk tubuh ideal terkendala.

“Ketika penurunan berat badan agak sedikit glambir. Saya turut belajar basic-nya apa, kenapa kok begini,” ujar perempuan yang juga seorang instruktur gym ini.
Lantas, memasuki 2008 hingga sekarang, anak ketiga dari tiga bersaudara ini berkomitmen untuk berolahraga melalui W Gym Jogja. Satu demi satu basic dipelajari. Tidak sebentar memang. Butuh konsistensi, semangat, dan komitmen yang tinggi agar goal kebugaran tubuh yang diinginkan dapat tercapai.

Artinya, tidak gemuk dan tidak kurus. “Makanya saya mulai membenarkan atau mengubah komposisi tubuh saya. Dari lemaknya yang tinggi sekarang lebih ke rendah. Jadi tinggi masa ototnya,” jelasnya.

Lambat laun berat badan terus menurun di angka 65 dan saat ini 59 karena fokus pada menaikkan masa otot. Ini dicapainya dengan butuh konsistensi yang tinggi ditambah pola makan, istirahat, dan latihan minimal enam bulan. Paling efort untuk membentuk masa otot tubuh adalah bagian paha, bokong, dan perut bawah. “Cuma persentase bodypack memang jauh lebih body dulu ya. Sekarang nggak terlalu terlihat, cuma ototnya keluar semua,” terangnya.

Wanita 28 tahun itu tak berhenti latihan. Latihannya yang dilakukan dibedakan sesuai dengan fokus pembentukan masa otot tubuh tertentu. Seperti dalam seminggu untuk latihan kaki sebanyak dua kali, perut dua kali, dada dan bahu satu kali, serta punggung satu kali. “Iya terpisah, sebab otot kita butuh recovery. Jangan tiap hari dibantai terus, butuh satu hari rest,” terangnya.

Hingga ke depan masih memiliki target untuk menjaga agar otot pada tubuh tetap terjaga. Masih ingin menaikkan massa otot dan detail ototnya. Caranya dengan tetap konsisten latihan dan selalu memperbaiki teknik gerakan dan menaikkan porsi angkat beban dan ketahanan. “Sekarang lebih nggak mudah lelah, badan lebih kencang, dan aktivitas keseharian juga. Posturnya makin bagus,” tambah Tika. (wia/laz) Editor : Editor Content
#Bodybuilding