Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja Edy Muhammad menuturkan16 persen diantara penduduk Kota Jogja adalah lansia. Dari jumlah ini, sebanyak 20 persen memiliki masalah kesehatan.
"Mereka mungkin perlu pendampingan tentang kegiatan keperluan dia sehari-hari misal kesehatan akses untuk makan dia, gizi dia, atau pemeriksaan kesehatannya. Nanti akan terintegrasi dengan OPD terkait," jelas Edy melalui sambungan telepon, Rabu (5/1).
Pemkot Jogja, lanjutnya, juga tetap menaruh perhatian kepada lansia yang sehat. Diantaranya dengan memberikan kegiatan-kegiatan yang produktif. Seperti senam maupun pengecekan kesehatan di posyandu lansia.
Pendekatan akan dilakukan diantaranya melalui Komisi Lansia Kalurahan yang dibawahi oleh Dinas Sosial. Adapula melalui Posyandu Lansia serta Bina Keluarga Lansia (BKL) yang dibawahi oleh DP3AP2KB. Tak hanya itu, tim penggerak PKK juga berperan aktif salah satunya dengan mendirikan dapur lansia.
“Tidak bisa memungkiri sebagian besar para lansia yang keterbatasan dengan dirinya, kurang mendapatkan perhatian dari keluarga. Begitu keluarga berjauhan, lingkungan berperan. Ada gerakan lingkungan, ada dukungan dari pemerintah dari OPD terkait. termasuk puskesmas, pendampingan posyandu, dan BKL,” kata Edy.
Edy menambahkan pendataan menjadi hal yang paling penting atas terselenggaranya LTT ini. Melalui pendataan, pihaknya dapat mengetahui kondisi para lansia dan dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan.
"Yang sehat biar sehat sampai batas usianya, tapi bagi yang sudah ada keterbatasan tertentu ada sistem yang terbangun," kata Edy. (co1/dwi) Editor : Editor News