Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Rapid Antigen Acak, Sasar Daerah Wisata

Editor News • Selasa, 28 Desember 2021 | 03:39 WIB
PIKNIK: GL Zoo mulai dikunjungi wisatawan keluarga dengan anak dibawah 12 tahun, Selasa (12/10). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
PIKNIK: GL Zoo mulai dikunjungi wisatawan keluarga dengan anak dibawah 12 tahun, Selasa (12/10). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pemkot Jogja menggiatkan tes rapid antigen secara acak di sejumlah destinasi wisata. Lokasinya di Taman Pintar, kawasan Alun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan, Gembiraloka Zoo (GL Zoo) dan Taman Sari. Pelaksanaan secara bergantian setiap harinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmani Aryani menuturkan jatah rapid antigen sebanyak 30 reagen setiap harinya. Upaya rapid antigen acak ini berlangsung hingga akhir tahun. Sebagai upaya antisipasi sebaran Covid-19 dari lokasi wisata.

“Nantinya, pelaksanaan screening antigen di sejumlah destinasi wisata akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/12).

Sebelumnya, Pemkot Jogja secara rutin menggelar kegiatan yang sama di kawasan Malioboro. Hanya saja pelaksanaannya setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Menyasar para wisatawan yang tengah melintas di kawasan Malioboro..

Tak hanya antigen, Dinkes Jogja juga menyasar vaksin secara acak. Terutama kepada para pengunjung Malioboro. Apabila belum menerima vaksin, maka bisa mendapatkan di lokasi.

“Untuk rapid antigen itu langsung terintegrasi dengan Peduli Lindungi. Sehingga apapun hasilnya langsung masuk aplikasi karena harus dilaporkan,” kata Emma.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi. Kaitannya penerapan protokol kesehatan di setiap ruang publik dan destinasi wisata. Guna memastikan berjalan dan menekan angka sebaaran Covid-19.

Heroe tak menampik sektor wisata beresiko tinggi. Ini karena wisatawan luar daerah tergoling sebagai pelaku perjalanan. Sehingga berpotensi membawa virus selama perjalanan ke Jogjakarta.

“Belajar dari kasus Covid-19 pertama di bulan Maret, berawal dari satu, dua, dan terus menyebar, juga belajar dari kasus Delta semula hanya beberapa kemudian cepat berkembang luar biasa. Sehingga tak mau lengah termasuk dari sektor wisata,” ujar Heroe. (co1/dwi) Editor : Editor News
#rapid antigen acak #antigen tempat wisata Jogja #Dinkes Kota Jogja