Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Main Game Mobile Legend, Tak Sakit saat Disunat

Editor Content • Kamis, 23 Desember 2021 | 19:55 WIB
BERI HADIAH: Bantuan pembinaan Desa Sadar Kerukunan diserahkan oleh Menag RI Yaqut Cholil Qoumas (tiga dari kanan) kepada Hilmi Hakimudin (dua dari kiri).(Kalurahan Pendowoharjo for radar jogja)
BERI HADIAH: Bantuan pembinaan Desa Sadar Kerukunan diserahkan oleh Menag RI Yaqut Cholil Qoumas (tiga dari kanan) kepada Hilmi Hakimudin (dua dari kiri).(Kalurahan Pendowoharjo for radar jogja)
RADAR JOGJA - Sunat saat libur sekolah sudah jadi kebiasaan di masyarakat. Kegiatan sunatan masal gratis pun jadi salah satu pilihan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Seperti yang digelar Kemenag Sleman untuk keluarga duafa.

MEITIKA CANDRA LANTIVA, SLEMAN, Radar Jogja

Ada pemandangan yang berbeda di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Rabu(22/12). Puluhan anak silih berganti memadati lorong lantai dua gedung tersebut. Mereka mengikuti khitan atau sunat masal gratis. Kegiatan itu dalam rangka hari akmal bakti (HAB) ke-72 yang diselenggarakan oleh Kemenag Sleman.

Beragam ekspresi para peserta saat disunat. Ada yang histeris hingga memeluk orang tuanya. Tapi ada pula yang santai. Di antaranya dengan bermain game online. Seperti Mobile Legend.

Untuk mengalihkan perhatiannya. Kegiatan khitan ini bertepatan dengan hari libur sekolah pasca-penerimaan rapot.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi masyarakat. Anisa Haqi, 49, warga Tempel, Sleman misalnya. Dia dapat menghitankan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD. Menurutnya, kegiatan ini cukup membantu meringankan beban bagi dia yang penghasilannya pas-pasan disamping itu pandemi Covid-19 cukup berdampak keras pada penghasilannya sehari-hari. "Alhamdulillah sangat terbantu sekali," katanya bersyukur.

Ketua Panitia HAB Kemenag Sleman Jaenudin sendiri juga bersyukur kegiatan berjalan lancar. Termasuk tak banyak anak-anak yang disunat yang rewel. Kemenag menyediakan ruangan khitan yang terdiri dari tiga bed dan dilakukan oleh dokter profesional. Teknis sunat pun dilakukan modern. Sehingga anak tak merasakan sakit. "Alhamdulillah tadi saya pantau, tidak ada yang rewel. Mudah-mudahan tidak ada anak yang takut (disunat)," ujar dia saat ditemui Radar Jogja di kantornya, Rabu (22/12).

Anak-anak tampak antusias mengikuti proses sunat ini. Untuk memecah kerumunan sembari menunggu antrian pendaftaran, mereka diajak menonton film kartun tentang sejarah Indonesia. Hal ini sebagai relaksasi, menghibur anak-anak agar tidak tegang menjelang proses sunat berlangsung.

Sunat, dalam istilah medis disebut sirkumsisi. Memiliki manfaat kesehatan dan mencegah berbagai penyakit menular seksual. Dalam syariat Islam, sunat hukumnya wajib bagi seorang laki-laki ketika memasuki usia akil baligh, yakni, mulai berakal, mengetahui dan memahami. "Sunat gratis ini digelar selama dua hari," ungkap Jaenudin. Lanjut Jaenudin, kegiatan ini dilakukan di kantor kemenag sekaligus untuk mendekatkan pelayanan langsung pada masyarakat. "Juga mempromosikan layanan apa saja yang dilakukan oleh kemenag," imbuhnya.

Dia mengatakan, kegiatan ini rutin digelar tahunan. Merupakan kegiatan yang dinanti-nantikan bagi orang tua yang tidak mampu mengkhitankan anaknya. Pada kesempatan ini, instansinya membuka 146 kuota yang terdiri dari yatim piatu, dhuafa dan fakir miskin, rata-rata usia sekolah dasar. Tak disangka antusias masyarakat tinggi, baru dibuka dua hari slot langsung terpenuhi. "Kami berharap anak-anak yang ikut khitan menjadi anak yang soleh, bermanfaat bagi agama, negara dan berbakti kepada orangtua," harapnya. (pra) Editor : Editor Content
#Sleman #Sunat Masal #Pandemi Covid-19