Hal ini disampaikan olehnya saat peringatan Hari Ibu ke-93. Bertempat di Ruang Bima Balai Kota Jogja, Senin (20/12). Melibatkan dan mengundang para ibu dengan ragam profesi di Kota Jogja.
"Kebiasaan mencuci tangan, rumah bersih dipel, kemudian baju ganti, cuci muka, dan penegakkan protokol kesehatan yang baik itu semua adalah peran ibu dalam mengendalikan dan memberikan aturan di rumah," jelas Ana, Senin (20/12).
Tak hanya itu, perempuan juga memiliki peran besar dalam upaya vaksinasi Covid-19. Terbukti saat PKK Kota Jogja berhasil menuntaskan 20 persen warga yang belum divaksin. Gerakan ini menjadi bukti, bahwa sosok ibu juga memiliki peran penting dalam penanganan Covid-19.
"Perempuan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin. Sisa 20 persen ini adalah orang-orang yang tidak mau vaksin, tidak paham vaksin dan sangat bersikeras tidak vaksin. Permasalahan ini mampu diselesaikan oleh GOW (Gabungan Organisasi Wanita) dan ibu-ibu PKK," kata Ana.
Dia menambahkan konsistensi anggota GOW Kota Jogja dan PKK Kota Jogja sangatlah kuat. Terutama dalam melakukan upaya pendekatan serta pemberian pemahaman kepada masyarakat. Khususnya yang belum menerima vaksinasi.
Tak sampai disitu, Ana mengatakan ibu juga berperan sebagai motivator untuk anak-anaknya. Dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar berlangsung daring. Ibu, lanjutnya, berperan dalam mengawasi, mendampingi, bahkan terlibat langsung pada proses pembelajaran anak.
"Ibu berperan sebagai motivator. Setidaknya kalau tidak ikut mencari nafkah, peran ibu tetap penting dalam memberikan motivasi agar semangat anggota keluarga yang lain tidak padam," ujar Ana
Dia meminta kepada para ibu untuk memiliki semangat dan mental yang kuat serta jiwa pantang menyerah. Hal ini mengingat ibu merupakan penentu kesehatan di lingkup paling kecil yakni keluarga.
"Begitu kita menyerah, anggota keluarga kita tiarap," kata Ana. (co1/dwi) Editor : Editor News