Untuk ketersediaan oksigen medis, pihaknya terus berkoordinasi dengan distributor. Guna menjamin ditsribusi oksigen ke rumah sakit berlangsung lancar. Selain itu juga mengoptimalkan alat produksi oksigen medis di jalan Kusumanergara Kemantren Umbulharjo Kota Jogja.
“Kalau oksigen Insya Allah cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi ya, walaupun di Jakarta sudah. Oksigen kita cukup, disetiap rumah sakit sudah tersedia oksigen konsentrator. Mudah-mudahan kebutuhan oksigen juga tidak melonjak tinggi,” jelasnya ditemui usai kick off vaksinasi anak di Gedung Wana Bhakti Yasa Amongorogo, Sabtu (18/12).
Terkait ketersediaan tempat atau bed occupancey rate (BOR) rumah sakit masih aman. Tercatat saat ini tingkat BOR seluruh rumah sakit di Jogjakarta hanya 2 persen. Artinya tidak banyak rumah sakit yang dihuni pasien C0vid-19.
Disatu sisi, pihaknya juga menyiagakan shelter isolasi terpusat (isoter). Fungsinya untuk mengisolasi pasien Covid-19. Sehingga upaya pengendalian episentrum penularan Covid-19 berjalan optimal.
“BOR 2 peresen karena tidak banyak yang di rumah sakit. Yang harus disiapkan justru isoter, agar yang isolasi mandiri di rumah pindah ke shelter saja. Perintah bapak Gubernur (HB X) kami harus menyiagakan rumah sakit untuk menghadapi gelombang selanjutnya,” katanya.
Pembajoen tak menampik Omicron lebih ganas dari Delta. Terutama untuk kecepatan penularan antar manusia. Sehingga sebaran kasus dalam satu wilayah memiliki waktu yang tidak terlalu lama.
Walau begitu dia meminta agar masyarakat hidup dengan protokol kesehatan yang ketat. Cara ini tergolong efektif dalam mengantisipasi penularan Covid-19. Termasuk dalam menekan laju pertumbuhan Covid-19 varian delta.
“Omicron memang betul cepat menular tapi kemudian ada kajian bahwa dia tidak terlalu mematikan. Artinya tidak termasuk kategori yang ganas. Maka kami tetap mengimbau bagi mereka yang sudah divaksinasi ini prokes tetap dijaga.” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News