Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Malam Tahun Baru, Malioboro Buka 24 Jam

Editor News • Kamis, 16 Desember 2021 | 20:43 WIB
BUKA : Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad memastikan tak ada penutupan ruas jalan Malioboro selama tahun baru. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
BUKA : Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad memastikan tak ada penutupan ruas jalan Malioboro selama tahun baru. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad memastikan tak ada penutupan ruas jalan Malioboro selama tahun baru. Arus kendaraan tetap dibuka dan melaju di kawasan tersebut. Kebijakan ini berlaku khusus selama 1X24 jam pada momen pergantian tahun.

Penerapan kebijakan ini, menurut Noviar, telah melalui kajian. Khususnya tentang volume kendaraan dan kerumunan manusia selama pergantian tahun 2021/2022. Tujuannya agar tak ada kerumunan manusia yang berhenti di kawasan Malioboro.

“Malioboro biasanya jam 18.00 WIB sampai 21.00 WIB kan ditutup, khusus malam tahunbaru tidak ada penutupan. Semua kendaran lewat tidak dihentikan. Gunanya antisipasi membludaknya pengunjung yang masuk ke jalan,” jelasnya, Kamis (16/12).

Dengan dibukanya arus kendaraan, maka tak ada kerumunan manusia. Ini karena pengendara tidak boleh berhenti selama melintas kawasan Malioboro. Berbeda apabila ditutup, kawasan ini akan menjadi lautan manusia.

Penerapan kebijakan juga berkaca pada hari-hari biasa. Malioboro, lanjutnya, kerap memunculkan lautan manusia, terutama saat akhir pekan. Dia memprediksi kondisi ini akan berlipatganda saat tahun baru apabila ruas jalan ditutup.

“Kami juga akan tempatkan personel dari teteg (palang kereta api Stasiun Tugu) sampai titik nol kilometer. Funsginya untuk bubarkan kerumunan di sepanjang malioboro sampai ALun-Alun Utara. Kalau ada pengunjung yang tidak jalan atau kerumunan maka kami bubarkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIJ. Kaitannya untuk mematikan fasilitas wifi selama momentum tahun baru. Tujuannya agar tak ada kerumunan manusia yang berhenti di kawasan Malioboro.

“Iya koordinasi dengan Kominfo untuk matikan wifi saat tahun baru. Kalau ada wifi ditakutkan mereka berhenti dan jadi kerumunan. Jadi agar pengunjung terus jalan dan berhenti di Malioboro terlalu lama,” ujarnya.

Noviar juga melarang adanya pesat kembang api di kawasan Malioboro. Alasannya masih sama, yaitu agar tak menjadi kerumunan manusia. Pihaknya akan bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan.

Belajar dari tahun lalu, masih ada yang menyalakan kembang api di kawasan Malioboro. Hanya saja tidak terpusat di ruas jalan dan pedestrian Malioboro. Kembang api dinyalakan dari sisi barat dan timur atau di wilayah perkampungan..

"Tahun lalu ekcolonga, ternyata itu menyalakannya dari rumah di sekitar Malioboro. Ketentuan pada malam tahun baru tidak diperkenankan pesta atau menyalakan kembang api,” katanya. (dwi) Editor : Editor News
#Satpol PP DIJ #malioboro tidak ditutup tahun baru #malioboro tahun baru 2022