Ketua Panitia Pilur Sumberarum Diva Nuwari Sapta mengatakan, berdasarkan hasil hitung cepat e-voting, Sukamto (nomor urut 5) unggul di posisi pertama dengan perolehan 1.715 suara atau mengantongi 36,34 persen dari total suara partisipasi masyarakat sebanyak 4.719. Kemudian Sugiarti berada diurutan ke dua dengan perolehan suara 1.637 (34,69 persen). Lalu Yunus Riswanto dengan suara 802 (17 persen), Amin Widodo memperoleh 405 suara (8,58 persen) dan Endro Suroso, 160 suara (3,39 persen).
“Pilur Sumberarum dimenangkan Sukamto yang sebelumnya menjabat Dukuh Sermo, Sumberarum,” ungkap Diva saat dihubungi Radar Jogja kemarin (12/12). Sukamto berhasil mengungguli Sugiarti. Istri sekaligus calon lawan Sunarjo, lurah petahana Sumberarum yang teranulir terdampak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 42/PUU-XIX/2021 pada gelombang I lalu.
Beralih ke Kalurahan Selomartani, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Selomartani Khoirul Huda menyebut, hasil e-voting kalurahan ini dimenangkan Sigit Tri Suhartoyo dengan perolehan 4.267 suara. Disusul Anastra 3.685 suara, Sarono (543), Iwan Tri Laksana (128) dan Joko Santoso (32).
Sigit yang memiliki background pengusaha ini berhasil mengungguli Anastra, mahasiswa sekaligus putera mantan lurah Selomartani Nur Widayati atau calon lurah yang teranulir Putusan MK pada pilur gelombang I lalu. Sigit juga mengalahkan Sarono, calon lurah terdampak anulir Putusan MK itu.
“Alhamdulillah pilur berjalan lancar, partisipasi sekitar 86 persen. Meski tadi sempat terjadi kendala karena mati listrik di salah satu TPS (tempat pemungutan suara, Red),” kata Huda. Ketua Forum Komunikasi BPKal Kabupaten Sleman ini menyebut, hingga saat ini situasi di Kalurahan Selomartani berjalan kondusif.
Sebelumnya Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meminta agar pilur gelombang II dilaksanakan secara sejuk dan damai. Dia juga meminta masyarakat tidak memanas. Legawa atas hasil perolehan suara dengan sitem e-voting ini. (mel/laz) Editor : Editor Content