Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pindahkan Lampu PJU, lalu Bongkar Divider

Editor Content • Rabu, 17 November 2021 | 13:45 WIB
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
 

 

RADAR JOGJA - Mendukung sistem giratori Malioboro, divider dan pohon perindang di Jalan Mayor Suryotomo Jogja segera dihilangkan tahun ini. Tahap awal baru dimulai pembangunan pondasi untuk pemindahan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sisi barat jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Hari Styawacana mengatakan, seiring perubahan sistem satu arah mendukung giratori Malioboro, maka tahap berikutnya adalah membongkar divider jalan. Yakni dari ujung simpang Gondomanan hingga simpang Hotel Melia Purosani.

“Panjangnya sekitar 1 Km. Kami bongkar divider yang ada di tengah. Itu tahap tahun ini juga. Pakai swakelola,” katanya kepada wartawan Selasa (16/11). Hari menjelaskan, normalisasi divider dilakukan karena di Jalan Mayor Suryotomo sudah berubah menjadi sistem satu arah.

Dikatakan, tujuannya agar tidak membuat canggung pengguna jalan dan ruas jalan bisa menjadi lebih optimal. “Karena sudah menjadi satu arah, maka divider itu bisa dihilangkan,” ujarnya.

Namun, sebelum pada tahap normalisasi divider lebih dulu pihaknya memindahkan lampu PJU yang berada di tengah divider, digeser menuju tepi atau ke sisi barat jalan. Tahap awal ini sudah mulai dikerjakan yaitu membuat pondasi untuk penempatan lampu PJU.

Begitu pula pohon perindang juga akan dipindahkan pada tahun ini. Namun pemindahan pohon perindang menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sehingga paket pekerjaan yang dilakukan tahun ini adalah pembongkaran divider, pemindahan pohon perindang, dan lampu PJU. “Terus tahun depan kita akan membenahi aspal sekaligus trotoarnya,” terangnya.

Direncanakan pembenahan trotoar sekaligus untuk menambah lebar trotoar. Paling tidak untuk memberikan fasilitas akses bagi pejalan kaki agar jauh lebih longgar. Pelebaran trotoar ini dari ujung simpang Gondomanan sampai Hotel Melia Purosani.

Terkait anggaran baru akan diusulkan tahun 2022 melalui dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 3 miliar. “Tapi nanti kita juga melihat di Jalan Mataram. Ini kan tahapan-tahapan dulu. Tahapan Jalan Mayor Suryotomo dari perempatan Gondomanan sampai Melia Purosani,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Sugeng Darmanto mengatakan, pohon perindang yang berada di sepanjang Jalan Mayor Suryotomo akan dihapuskan. “Kalau dipindah, pohon di Suryotomo kan besar, risiko jelas mati,” katanya.

Penghapusan pohon perindang pada divider rencananya menunggu pemindahan lampu PJU ke sisi barat jalan selesai hingga lampu menyala. Ini untuk mempertimbangkan agar jalanan tetap ada penerangan.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) DLH Kota Jogja Indiyah Widiningsih menambahkan, pohon perindang di Jalan Mayor Suryotomo akan diganti dengan jenis pohon asem seperti halnya di Malioboro. Sebelumnya pohon angsana. Nantinya jumlah pohon yang akan ditanam tidak sama dengan existing yang ada saat ini.

“Untuk tahap pertama memang baru di sisi barat dulu. Nanti tahun depan menunggu perencanaan dari Dinas PUPKP, ada beberapa dipindah ke sisi timur. Kalau di sisi timur ada jaringan yang pendek, nanti pilih vegetasinya tidak sama, tapi tetap ada penghijauan,” jelasnya.

Jumlah pohon existing saat ini sebanyak 80 pohon dari simpang Gondomanan hingga Hotel Melia Purosani. Tetapi pada tahun ini baru bisa mengganti separo dari jumlah pohon atau sebanyak 40 pohon yang akan ditanam di sisi barat Jalan Mayor Suryotomo. (wia/laz) Editor : Editor Content
#pju #jalan mayor suryotomo #Malioboro