Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Haedar Nashir Minta Warga Patuhi Pemerintah, Tidak Liburan Akhir Tahun

Editor News • Rabu, 17 November 2021 | 02:43 WIB
PATUH : Ketua PP Muhammadiuyah Haedar Nashir meminta warga patuh akan imbauan tidak bertamasya saat musim libur akhir tahun. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
PATUH : Ketua PP Muhammadiuyah Haedar Nashir meminta warga patuh akan imbauan tidak bertamasya saat musim libur akhir tahun. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta warga patuh akan imbauan pemerintah. Agar tidak bertamasya saat musim libur akhir tahun. Pertimbangannya adalah kondisi pandemi Covid-19 yang masih tak terduga.

Haedar mengimbau agar liburan diisi dengan aktivitas yang lebih aman dan sehat. Dalam artian tidak menimbulkan atau mendatangi kerumunan manusia. Langkah ini sebagai wujud patuh akan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Sampai bulan Desember lalu tahun baru ini hari yang rawan, dimana masyarakat kegiatan berlibur. Maka mohon betul kepada masyarakat untuk jangan larut ikut liburan, kemudian menjadi melanggar protokol yang berlaku,” pesannya ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Gondokusuman Kota Jogja, Selasa (16/11).

Dia memahami bahwa budaya srawung masih melekat di masyarakat. Saling berkunjung untuk bersosialiasi setiap waktu. Hanya saja adanya pandemi Covid-19 membuat kondisi menjadi rawan.

Silaturahmi bisa terlaksana tanpa harus saling berkunjung. Baik melalui aplikasi percakapan jarah jauh maupun sambungan telepon. Setidaknya langkah ini dapat mengantisipasi penularan Covid-19 kepada keluarga.

“Ada atau tidak larangan pemerintah Desember dan tahun baru, semoga warga bangsa membangun kesadaran baru. Kami paham masyarakat kita ini komunal, senang kumpul dan bertemu, tapi setidaknya tunggu sampai kondisi menjadi lebih baik,” katanya.

Diketahui, sebelumnya Pemerintah Pusat telah menghapuskan libur cuti bersama natal dan tahun baru. Pertimbangan utama adalah potensi munculnya lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang. Kondisi tersebut pernah terjadi pada awal dan pertengahan 2021.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian, prihatin dulu agar menjadi lebih baik,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News
#PP Muhammadiyah #Haedar Nashir #Libur NATARU