Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Covid-19 Meluas, Pemerintah Hentikan PTM di Kapanewon Sedayu

Editor News • Senin, 8 November 2021 | 22:01 WIB
INGATKAN  : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengingatkan para siswa dan guru tetap patuh protokol kesehatan Covid-19 selama berada di lingkungan sekolah. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
INGATKAN : Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengingatkan para siswa dan guru tetap patuh protokol kesehatan Covid-19 selama berada di lingkungan sekolah. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) meminta para guru dan siswa memahami protokol kesehatan Covid-19. Pernyataan ini guna menanggapi munculnya kasus dan klaster di sejumlah sekolah di Kapanewon Sedayu Bantul. Hingga akhirnya menyebar ke kapanewon bahkan kabupaten lainnya.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini memastikan penanganan berlangsung cepat. Dengan melakukan uji swab kepada setiap kontak erat. Tindakan lain dengan menutup sekolah yang menjadi sumber penularan Covid-19.

“Sekolah sudah closed, paling sedikit bisa disemprot (disinfeksi). Pelajar dilihat 10 hari lagi untuk swab kedua. Nanti dilihat hasilnya, yang penting dengan begini tidak ada penularan,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (8/11).

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ mengantisipasi dengan menutup sekolah-sekolah yang ada di Kapanewon Sedayu. Penutupan sementara berlaku untuk jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Tak hanya sekolah yang menjadi episentrum Covid-19.

Sebelumnya, beberapa sekolah di Kapanewon Sedayu terlacak ada penularan Covid-19. Beberapa diantaranya adalah SDn Sukoharjo Sedayu dan SMKN 1 Sedayu. Penularan terjadi antar siswa dan guru di masing-masing sekolah.

“Kalau untuk jenjang SMA dan SMK ada 4 sekolah yang kami tutup. Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sementara tidak lanjut, kembali ke pembelajaran jarak jauh atau dari rumah, yang jelas sejak Minggu lalu hingga 14 hari kedepan,” kata Kepala Disdikpora DIJ Didik Wardaya.

Didik menegaskan penutupan PTM terbatas telah melalui kajian. Tujuannya agar kasus Covid-19 di kedua sekolah tidak menular ke sekolah lainnya. Pertimbangannya adalah wilayah aglomerasi, sehingga potensi penularan cukup tinggi.

Jarak setiap sekolah, lanjutnya, juga berdekatan. Selain itu tempat tinggal para siswa juga tidak terlalu jauh dari sekolah masing-masing. Pertimbangan inilah yang membuat Disdikpora DIJ mantab menutup PTM terbatas secara sementara.

“Menimbang faktor lokasi tinggal para siswa dan sekolah yang cukup berdekatan atau masih berada dalam satu wilayah. Kalau dari SMA malah enggak ada penularan, tapi karena cukup berdekatan untuk mengantisipasi sementara ikut ditutup," ujarnya.

Kebijakan ini tak hanya berlaku untuk jenjang SMA dan SMK. Didik menuturkan penutupan PTM terbatas juga berlaku untuk jenjang SD dan SMP. Hanya saja wewenang tersebut berada di instansi Pemerintah Kabupaten Bantul.

“Kewenangannya ada di Pemkab Bantul, kami sudah koordinasi. Tidak menutup kemungkinan Sleman juga bisa kena, karena kalau masuk aglomerasi, wilayahnya berdekatan,” katanya.

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menuturkan ada 28 sekolah di Kapanewon Sedayu. Seluruhnya telah menghentikan PTM terbatas sejak 5 November hingga 2 pekan kedepan. Detilnya terdiri dari 24 SD dan 4 SMP yang tersebar di Kapanewon Sedayu.

Isdarmoko menegaskan keputusan ini telah matang. Penghentian PTM terbatas bertujuan menghentikan potensi penularan Covid-19. Meski bukan episentrum penularan tapi jarak antar sekolah berdekatan. Belum lagi jarak kediaman siswa dengan sekolah.

"Di Sedayu memang kami wajibkan penghentian PTM. Kami khawatir dampaknya meluas lagi. Terutama yang dari SMK itu kan kasusnya banyak. Kita tidak tahu keluarganya yang SMK itu siapa saja, kalau itu sampai ada kan kita harus hati-hati,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News
#PTM terbatas bantul dihentikan #Pandemi Covid-19 #klaster Covid-19 sekolah