Jenazah I Gede Suparta dikemubumikan di Pemakaman UGM Sawitsari, Jogjakarta, setalah dilakukan upacara penghormatan terakhir di Balairung UGM kemarin sore. Putra sulung almarhum, Noval Catra Rahmadian merasakan duka mendalam atas kecelakaan yang menimpa ayahnya.
Di mata dia dan keluarganya, I Gede Suparta merupakan ayah yang hebat. Sikap baik ayahnya, menurun kepada anak-anaknya. Almarhum merupakan sosok disiplin, tegar, dan suka membantu orang lain. Menurutnya, sosok I Gede bukan hanya seorang ayah di keluarganya, tetapi pendidik dan guru di kampusnya.
“Terima kasih telah memberikan penghormatan terakhir bagi bapak saya. Saya mewakili keluarga meminta maaf setulusnya, apabila ada kesalahan maupun kata yang menyinggung dari bapak saya,” ucapan Noval penuh pilu, saat upacara penghormatan terakhir itu.
Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyanto Ph.D mengakui, UGM tengah berduka. Kehilangan seorang guru besar yang belum lama diangkat menjadi dekan Fakultas Peternakan. I Gede, dekan Fakultas Perternakan UGM masa bakti 2021-2026 dan baru dilantik 8 Oktober 2021. “Kami, civitas berduka. Kehilangan putra terbaik UGM,” ungkap Panut.
Dia mengatakan, I Gede dikenal dengan pribadi yang ramah. Memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan memiliki track record yang baik, di kancah civitas UGM, nasional maupun internasional. “Beliau ahli di bidang ilmu potong di Indonesia,” ujar Panut.
Pada 2015, I Gede menyandang status Guru Besar UGM. Pidato pengukuhan almarhum berjudul “Ruminansia Kecil di Indonesia: Tantangan dan Prospek Pengembangannya Memberikan Batasan serta Rujukan Baru bagi Pengelolaan Ternak Potong.” Khususnya bagi ruminansia kecil di Indonesia yang masih memerlukan perhatian dan pelayanan khusus dari pemerintah.
Salah satu prestasi di kancah internasional, almarhum menerima penghargaan The Best Oral Presentation pada konferensi di Kuala Lumpur Malaysia tahun 2004. Dia merupakan pendidik yang memiliki komitmen tinggi dan berwawasan luas. Di sepanjang karirnya tercatat ratusan karya ilmiah. Berbagai penghargaan dan tugas di luar negeri telah diembannya. Menjadi dosen tamu di beberapa universitas di dalam negeri maupun luar negeri. Tahun 2016 misalnya, mengajar di Universitas Musamus Merauke dan beberapa universitas di Australia.
Diketahui, I Gede Suparta Budisatria bersama ketiga koleganya, Prof Dr Ir Ali Agus, Dr Ir Chusnul Hanim (istri Prof Dr Ir Ali Agus) dan Jumari dari Fakultas Peternakan UGM tengah menghadiri kegiatan berkaitan dengan Fakultas Peternakan ke Jakarta. Mereka menaiki mobil dinas fakultas yang dikemudikan Jumari.
Sesampainya di Kilometer 113 Tol Cipali, mobil menabrak bagian belakang truk dan mengalami laka tunggal. Peristiwa ini terjadi Kamis dini hari sekitar pukul 01.18. Selain merenggut nyawa I Gede Suparta, tiga awak mobil lainnya mengalami syok dan kini masih dalam perawatan di rumah sakit. (mel/laz) Editor : Editor Content