Lurah Muja Muju Aris Sukrisna mengatakan, talut yang longsor bukan masuk wilayah Kota Jogja, melainkan sudah di wilayah Banguntapan, Bantul. Longsor mengakibatkan aliran Sungai Gajah Wong tidak lancar.
Air yang mengalir deras di sungai saat itu membentuk aliran sendiri hingga berbelok menabrak ke pondasi Taman Gajah Wong yang di atasnya berdiri gazebo. “Talut longsor terus menutup sungai, aliran jadi belok dan menabrak pondasi gazebo, lalu terkikis dan ambrol,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (4/11).
Dikatakan, hanya satu gazebo yang mengalami kerusakan. Apabila longsoran talut yang menghambat aliran sungai itu tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan semakin parah jika terjadi hujan deras lagi. Demikian pula lama kelamaan pengikisannya bisa semakin luas.
“Itu bisa hilang jalannya kalau tidak segera ditangani. Makanya, semua tim sudah turun, ada dari tim PU (DPUPKP), BBWS-SO, dan juga tim dari Bantul. Sudah koordinasi,” uja Aris.
Pantauan koran ini kemarin di lokasi, satu unit alat berat sudah diterjunkan di Kali Gajah Wong. Tim melalukan penanganan sementara untuk membersihkan tanah longsoran yang menghambat aliran sungai menjadi tidak lancar.
“Kalau tanahnya sudah dihilangkan, kan aman. Karena kalau terbuka airnya mengalir lancar, nggak belok-belok dan menabrak hingga mengikis,” jelasnya yang menyebut ruang terbuka hijau publik itu pembangunannya melalui program kotaku dari pemerintah pusat 2019 lalu.
Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, talut yang longsor merupakan milik Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dengan area longsor sepanjang 30 meter dan tinggi 5 meter. Talut yang longsor akibat gerusan air yang mengalir di Kali Gajah Wong. “Saat itu kondisi hujan deras, laporan masuk pukul 18.30 dan langsung dilakukan asesmen di lapangan,” katanya.
Nur menjelaskan, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa. Ini karena lokasinya juga jauh dari area permukiman warga. Hanya satu gazebo yang terdampak kerusakan karena turut ambruk. Langkah awal penanganan BPBD telah memasang garis pembatas agar warga tidak mendekat ke lokasi tersebut.
Menurutnya, daerah pinggiran sungai menjadi kawasan yang rawan terjadi bencana seperti tanah longsor dan banjir menyusul adanya curah hujan yang sudah cukup tinggi. Upaya pemetaan mitigasi bencana pun sudah dilakukan di seluruh bantaran sungai di Kota Jogja.
Wilayah pinggiran sungai prioritas menjadi perhatian dalam peta rawan bencana. Demikian pula menjadi prioritas untuk pembentukan Kampung Tangguh Bencana (KTB). Total 169 kampung di Kota Jogja, di antara 130 kampung sudah terbentuk KTB. Sisanya akan dibentuk bertahap hingga 2024.
Kepala Dinas PUPKP Kota Jogja Hari Setyawacana mengatakan, penanganan selanjutnya terkait dampak kerusakan Taman Gajah Wong itu akan lebih dulu diinventarisasi. Penanganan sementara atas longsoran itu juga sudah berkoordinasi dengan BBWS-SO DIJ. “Dan kini sudah tertangani,” katanya. (wia/laz) Editor : Editor Content