Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada La Nina, Awas Bencana Hidrometeorologi

Editor Content • Kamis, 4 November 2021 | 14:41 WIB
TINJAU: Bupati Magelang beserta jajaran Forkompimda saat meresmikan gedung laboratorium dan instalasi farmasi Kabupaten Magelang yang dilanjutkan dengan peninjauan gedung.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
TINJAU: Bupati Magelang beserta jajaran Forkompimda saat meresmikan gedung laboratorium dan instalasi farmasi Kabupaten Magelang yang dilanjutkan dengan peninjauan gedung.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA – Hujan yang mulai sering turun beberapa hari terakhir, disebut bagian dari La Nina. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas meminta masyarakat DIJ untuk waspada dampaknya. Di antaranya bencana hidrometeorologi yakni bencana yang muncul berkaitan dengan fenomena meteorologi seperti angin, curah hujan, kelembaban, temperatur dan lain-lain.

Reni menjelaskan, sejak September dasarian III 2021, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah telah melewati ambang batas La Nina."Diperkirakan fenomena ENSO La Nina Lemah dan dimungkinkan menjadi La-Nina Moderat berlangsung hingga awal tahun 2022," kata Reni kepada wartawan, Rabu (3/11).

Di awal musim penghujan Oktober hingga November 2021 akan memberikan dampak yang cukup tinggi yakni sekitar 60 persen. Sedangkan jika La-Nina masih berlanjut hingga musim penghujan (Desember 2021, Januari 2022, Februari 2022) maka dampak La Nina akan semakin turun yakni sekitar 20-60 persen. Karena itu, Reni mengimbau para pemangku kepentingan dapat sedini mungkin mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di DIJ. Terutama wilayah-wilayah yang rawan banjir dan longsor.

Adanya peringatan dini dari BMKG tersebut segera ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Sleman dengan memasang sejumlah Early Warning System (EWS). "Untuk antisipasi kami ada EWS di 16 titik dan sensor curah hujan di puncak Merapi serta empat titik EWS di area rawan longsor Prambanan," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan. (kur/pra) Editor : Editor Content
#BMKG Jogjakarta #La nina