Untuk pertumbuhan ekonomi, Jogjakarta mencetak angka 11,8 persen. Berdasarkan data ini, Tito menyebutkan Jogjakarta perlahan bangkit di tengah pandemi Covid-19. Bahkan dibandingkan data seluruh provinsi, Jogjakarta masuk dalam peringkat tiga besar.
"Surprise, adalah kiat-kiat beliau soal pertumbuhan ekonomi.Jogjakarta ini termasuk pertumbuhan ekonomi tercepat, rebound kembali 11,8 persen. Masuk tiga daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi,” jelasnya ditemui di Gedhong Pracimosono Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (1/11).
Hasil ini membuat Tito ingin berguru kepada Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X). Bagaimana mewujudkan capaian ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Untuk kemudian menjadi percontohan ke provinsi-provinsi lainnya.
Tito tak menampik ada sejumlah daerah yang perekonomiannya anjlok. Roda perekonomian tak kunjung bangkit. Sementara anggaran belanja negara terus keluar. Alhasil daerah-daerah tersebut mengalami defisit.
"Banyak sekali kiat-kiat yang perlu kita share ke kepala daerah lain. Ada provinsi lain yang mengalami defisit karena pendapatan tidak tercapai tetapi belanja meningkat. Apa yang dilakukan Pemda DIJ ini bisa menjadi role model pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” katanya.
Dalam kesempatan ini Tito menyempatkan diri bertukar pikiran. Dia mendapatkan sejumlah wejangan kiat pertumbuhan ekonomi. Mendorong sektor perekonomian di kelas bawah hingga atas. Wujudnya dengan berbagain program stimulan bantuan.
"Tadi banyak masukan dari beliau termasuk mendorong ekspor. Lalu untuk sektor UMKM biaya kirim dibantu dari pemerintah daerah," ujarnya..
Apreasiasi juga untuk penanganan kasus Covid-19. Angka positivity rate di Jogjakarta, lanjutnya, dibawah standar WHO, yaitu 5 persen. Menunjukan angka kasus harian turun drastis. Termasuk angka kematian pasien Covid-19 dan bed occupancy rate (BOR).
Capaian vaksinasi Covid-19, menurutnya, juga cenderung tinggi. Terbukti untuk dosis pertama sudah diatas 91 persen. Angka ini tergolong tinggi, terbukti Jogjakarta masuk dalam 4 besar daerah dengan jumlah vaksinasi tertinggi.
“Jogjakarta ini capaian vaksinnya tinggi, empat besar setelah DKI Jakarta, Bali dan Kepulauan Riau,” katanya. (dwi) Editor : Editor News