Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terus Lakukan Akselerasi, Libatkan Posyandu dan Posbindu

Editor Content • Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:55 WIB
Perluas Sasaran: Vaksinasi terus dilakukan dengan menyasar berbagai elemen masyarakat. Mulai anak-anak, remaja, dewasa hingga kelompok lansia. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Perluas Sasaran: Vaksinasi terus dilakukan dengan menyasar berbagai elemen masyarakat. Mulai anak-anak, remaja, dewasa hingga kelompok lansia. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA - Anggota Komisi D DPRD DIY Syukron Arif Muttaqien mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh DIY. Vaksinasi yang berjalan sejak Maret lalu melibatkan banyak elemen. Tidak hanya pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit yang terlibat. Namun sektor swasta, organisasi massa bahkan partai politik juga terlibat. Muncul kesadaran masyarakat pentingnya menjalani vaksinasi.

“Itu hal bagus yang patut dipertahankan dan ditingkatkan. Sosialisasi harus terus digalang. Jangan pernah kendor sebagaimana kita menjalankan protokol kesehatan (prokes),” ujar Syukron kemarin (13/10).

Dia mengaku telah beberapa kali turun ke lapangan. Memantau jalannya vaksinasi yang diinisiasi sejumlah pihak. Dari pengamatannya, masyarakat merasakan vaksinasi sebagai kebutuhan. Khususnya untuk perlindungan diri menghadapi risiko Covid-19.

Diingatkan, vaksinasi bukan merupakan obat penangkal virus Covid-19. Namun vaksinasi sebagai upaya mengurangi risiko terpapar. Sekaligus dalam rangka menciptakan herd immunity atau kekebalan komunal.

Setelah divaksin, hal terpenting harus tetap menjalankan prokes dengan disiplin. Memakai masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak. “Hindari kerumunan dan batasi bepergian kalau tidak begitu penting,” katanya.

Syukron menambahkan percepatan vaksinasi harus terus dilakukan. Jangkauan juga harus diperluas. Persyaratan yang diperlukan harus pula dipermudah. “Syaratnya cukup daftar dan bawa KTP. Lokasi layanan harus mudah dijangkau. Dekatkan dengan masyarakat,” pinta politisi yang berulang tahun setiap 28 Oktober ini.

Upaya mendekatkan layanan itu, sambung Syukron, dengan melibatkan kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) dan pos binaan terpadu (posbindu) sebagai salah satu garda depan. Pelibatkan posyandu dan posbindu itu penting dilakukan. Pertimbangannya, posyandu maupun posbindu ada di tingkat paling bawah. Misalnya ada di setiap dusun atau padukuhan RW hingga RT.

Dengan mengadakan vaksinasi di posyandu dan posbindu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mendapatkan layanan. Akses mereka lebih mudah. Apalagi sekarang, vaksinasi juga menyasar pada kelompok anak-anak hingga lanjut usia (lansia). “Untuk anak-anak bisa dilayani di posyandu dan lansia di posbindu,” tambah sekretaris Fraksi PKB DPRD DIY.

Lebih jauh dikatakan, langkah efektif menanggulangi Covid-19 adalah percepatan vaksinasi dan disiplin menjalankan prokes. Kedua hal itu harus berjalan beriringan. Dengan begitu, penyebaran vitus korona bisa ditekan seminal mungkin. “Kuncinya dengan melakukan akselerasi,” tegasnya.

Hal terpenting lainnya vaksinasi untuk melindungi lansia. Sebab, lansia merupakan kelompok yang sangat rentan terpapar Covid-19. Pemda DIY perlu memprioritaskan lansia mendapatkan vaksin dengan harapan dapat mengendalikan angka kesakitan. Bahkan kematian pada lansia.

Mengutip data Kementerian Kesehatan RI, kelompok lansia memiliki faktor risiko hingga 60 kali lipat lebih parah dibandingkan anak-anak. Bahkan, selama pandemi tercatat kelompok yang memerlukan perawatan di rumah sakit didominasi lansia.

Masih dari data kementerian kesehatan, orang yang terpapar Covid-19, masuk rumah sakit an meninggal jumlah terbanyak di usia di atas 60 tahun. Karena itu, lansia dengan usia 60 tahun ke atas yang belum divaksin agar cepat-cepat dibawa ke fasiliyas layanan kesehatan atau sentra vaksinasi.

Sampai sekarang cakupan vaksinasi untuk kelompok lansia masih cukup rendah. Ada berbagai alasan yang menjadi penyebabnya. Ada yang memang takut ke rumah sakit. Tidak diajak anggota keluarganya, atau enggan keluar rumah. “Para lansia mesti dibantu untuk diyakinkan agar mereka bisa segera divaksinasi,” pinta wakil rakyat yang menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri Godean ini.

Dia juga berharap anggota keluarga didorong untuk lebih pro aktif memberikan pemahaman kepada orang tuanya maupun anggota keluarga yang usia lanjut supaya mau divaksinasi. Edukasi dan sosialisasi secara intensif dari anggota keluarga maupun orang terdekat seputar manfaat dan pentingnya vaksinasi diharapkan dapat menguatkan tekad mereka mendapatkan vaksin. (kus)

  Editor : Editor Content
#vaksinasi Covid-19