Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Awalnya Keliling, Kini Punya 6.000 Koleksi Buku

Editor Content • Senin, 4 Oktober 2021 | 18:47 WIB
TINJAU: Bupati Magelang beserta jajaran Forkompimda saat meresmikan gedung laboratorium dan instalasi farmasi Kabupaten Magelang yang dilanjutkan dengan peninjauan gedung.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
TINJAU: Bupati Magelang beserta jajaran Forkompimda saat meresmikan gedung laboratorium dan instalasi farmasi Kabupaten Magelang yang dilanjutkan dengan peninjauan gedung.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA – Perpustakaan Desa (Perpusdes) Balecatur pernah menjadi juara 1 lomba perpustakaan desa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh perpustakaan nasional pada Agustus 2019 silam. Perpustakaan ini terletak di Kalurahan Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Keberadaan perpusdes ini tidak lepas dari usaha dan jerih payah Pemerintah Kalurahan Balecatur.

Pada 2011, ide untuk membuat perpustakaan di Kalurahan Balecatur muncul saat dipimpin oleh Hj. Sebrat Haryanti, Kepala Desa Balecatur saat itu. Kemudian melakukan perekrutan relawan, mencari donasi buku, dan berkeliling untuk mensosialisasikan perpusdes tersebut. Donasi pertama berjumlah 600 buku dari PemkabSleman.

"Dulu letaknya di belakang kantor desa (kalurahan), sekarang sudah pindah," jelas Prabawa kepada Radar Jogja, kemarrin (4/10). Meskipun tempatnya masih terbilang kecil, tetapi jumlah bukunya sudah lebih dari 6.000 buku.
Dari awal pendirian, perpusdes membutuhkan waktu untuk dikenal oleh masyarakat sekitar. Karena itu, perpusdes mengajukan kendaraan roda tiga ke dinas pendidikan. Dari situlah, perpusdes mulai berkeliling ke beberapa tempat guna memperkenalkan adanya perpusdes di Balecatur.

Beberapa tahun setelah resmi didirikan, perpusdes mendapatkan fasilitas mobil yang masih layak pakai untuk dimanfaatkan sebagai layanan perpustakaan keliling. Pada 2019, perpusdes mengajukan akreditasi yang difasilitasi dan didampingi oleh Pemkab Sleman. "Alhamdulillah akreditasi dapat A, bisa ikut beberapa lomba baik di tingkat kabupaten maupun provinsi dan maju ke tingkat nasional," papar Prabawa dengan menunjukkan beberapa piala.

Akan tetapi, untuk maju ke tingkat nasional tidak serta-merta. Ia beberapa kali gagal meskipun mendapat juara 1 tingkat provinsi. Ia menceritakan, setelah meraih juara 1 tingkat nasional, perpusdes ramai dikunjungi sekolah dan masyarakat sekitar.

Perpustakaan yang memiliki moto "Maju Desaku bersama Sumber Ilmu" ini menyasar anak usia dini, anak TK, dan ibu-ibu. "Kami mendatangkan mereka ke sini, story telling, dan berbagai acara lainnya," ujar Prabawa.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan. "Banyak yang beranggapan bahwa di perpustakaan itu identik dengan berkacamata dan tidak menyenangkan," jelasnya.

Fasilitas yang disediakan cukup memadai. Mulai dari layanan perpustakaan keliling, layanan pojok baca, ruang audio visual, sekolah kamis, komputer, dan buku-buku. Untuk saat ini, layanan perpustakaan keliling belum beroperasi kembali. Karena sejak awal pandemi, mobil yang digunakan untuk berkeliling dimanfaatkan sebagai transportasi petugas relawan Covid-19 dan pembagian sembako untuk masyarakat yang sedang isolasi mandiri.

Prabawa mengatakan, apapun kegunaan dari mobil tersebut asalkan bermanfaat bagi masyarakat. "Yang penting migunani tumrap ing liyan," paparnya.
Perpusdes juga bekerjasama dengan PKK sehingga terbentuklah kelompok kamis yang diadakan setiap hari kamis oleh pengelola perpustakaan Sumber Ilmu Susi Purwanti. Prabawa berharap, setelah membaca dapat menjadi sebuah karya. "Tidak cuma membaca, tapi bisa dipraktikkan kemudian muncul UMKM, meskipun bukan ranahnya," ujarnya.

Perpusdes juga memiliki pojok baca yang tersebar di enam tempat. Prabawa mempunyai mimpi untuk 18 padukuhan di Kalurahan Balecatur mempunyai pojok baca sendiri. Ia menyebutkan, jika pojok baca telah ada di setiap padukuhan, akan dapat membantu masyarakat membuat akta kelahiran dan kematian secara gratis.

Tujuan pendirian perpusdes selain untuk berinklusi sosial, juga mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan. "Tidak hanya buku, tapi kalau bisa, permasalahan masyarakat bisa diatasi di perpustakaan," jelas Prabawa. (cr1/pra)

  Editor : Editor Content
#perpusdes #Sleman