Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KSAD: Menghentikan Penggunaan Lahan di Urut Sewu Untuk latihan Menembak

Editor News • Kamis, 2 September 2021 | 16:00 WIB
USAI:Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andhika Perkasa  seusai penyerahan sertifikat hak pakai untuk lahan Urut Sewu kepada TNI AD di Korem 072/ Pamungkas , Sabtu (4/9). (SETIAKY.A.KUSUMA/RADAR JOGJA)
USAI:Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andhika Perkasa seusai penyerahan sertifikat hak pakai untuk lahan Urut Sewu kepada TNI AD di Korem 072/ Pamungkas , Sabtu (4/9). (SETIAKY.A.KUSUMA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA- Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andhika Perkasa  menuturkan ada tambahan 110 hektar lahan Urut Sewu dari penyerahan sertifikat hak pakai dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah melalui Pemerintah Kabupaten Kebumen. Tahun lalu, ia menyebut TNI AD menerima dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN, Sofyan Djalil sekitar 355 hektar.

"Hari ini ada tambahan 110 hektar sehingga total itu yang sudah kami terima ada 464 hektar," ujarnya.

Andhika akan terus menempuh prosedur secara hukum untuk menyelesaikan lahan Urut Sewu, di Kebumen, Jawa Tengah.

Andhika pun akan mengakomodasi apabila ada warga yang membawa persoalan ke ranah hukum karena masih merasa belum menerima dan dilibatkan.

"Kami tidak akan turun dan memaksakan secara sepihak tentang wilayah yang secara resmi belum bisa kami pakai. Kami patuh hukum, misalnya ada warga yang membawa tuntutan ke ranah hukum karena itu mekanisme yang paling fair, "katanya seusai penyerahan sertifikat hak pakai untuk lahan Urut Sewu kepada TNI AD di Korem 072/ Pamungkas , Sabtu (4/9).

Ia pun memastikan TNI AD hanya akan memegang legalitas yang sudah dipegang, yaitu 464 hektar dari total 965 hektar. Saat ini, juga masih ada lagi sertifikat yang sedang dalam proses di wilayah Urut Sewu tersebut.

Ke depannya, Andhika menyebut bahwa pemanfaatan lahan di Urut Sewu hanya untuk latihan yang sifatnya hanya manuver, serta penelitian dan pengembangan yang tidak melibatkan ledakan atau peluru yang bersifat tajam. Ia pun sudah menghentikan penggunaan lahan di Urut Sewu untuk latihan menembak dengan peluru tajam.

Menurut Andhika penghentian latihan dengan peluru tajam bukan saja karena keamanan bandara saja, tapi pertimbangan ruang lahannya yang cukup sempit sehingga akan lebih baik menghindari. "Jadi, saya memutuskan itu bukan lagi menjadi daerah latihan yang bisa kita gunakan untuk menembak," tutup Andhika. (sky) Editor : Editor News
#Jenderal TNI Andhika Perkasa #Kepala Staf TNI AD