Chief Marketing Officer PT Solar Panel Indonesia Ary Tjahyono mengatakan, ide untuk menciptakan Gelis ini berangkat dari keprihatinan para pelaku usaha UMKM. Banyak pelaku usaha kecil yang masih berjualan di jalan dengan mendorong gerobaknya secara manual. "Menurut kami, itu kurang manusiawi," katanya disela test drive Gelis Kamis (26/8).
Dengan melihat fenomena itu maka diciptakan gerobak listrik tersebut. Salah satu tujuannya tidak lain untuk membantu pengembangan usaha dari pelaku UMKM atau UKM itu sendiri. Pada 2019 lalu mulai awal membuat desain. Selang satu tahun langsung diproduksi.
Produksinya ini adalah buatan asli putra bangsa dari Indonesia. Pabriknya berada di Cikeas, Bogor. Pada Gelis 300 yang baru dikenalkan memiliki spesifikasi motor elektrik berdaya 800 Watt dengan suplai daya dari baterai tipe VRLA 48v-26AH, mampu melaju hingga kecepatan maksimum 30 Km/jam dengan jarak tempuh rerata 30 Km. Dengan berat kotor mencapai 600 kilogram mampu mengangkat beban hingga 300 kilogram. Kendaraan tiga roda berpenggerak roda belakang ini juga mampu menanjak hingga sudut kemiringan 15 derajat.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan kehadiran Gelis di Jogja sejalan dengan komitmen dan program pemkot untuk menjaga lingkungan atau kualitas udara semakin turun. Selama ini memperbanyak taman dan ruang terbuka hijau, juga yang menjadi perhatian mengenai angkutan massal. HP menyebut ini sekaligus menjadi bagian dari langkah persiapan untuk membuat kebijakan yang lebih berorientasi kepada udara yang bersih. "Yang membanggakan, pertama diproduksi oleh bangsa sendiri, memproduksi kendaraan listrik dan diperuntukkan untuk UMKM," ujarnya. (wia/pra) Editor : Editor Content