Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cari Narkotika, Malah Dapat Lipstik

Editor Content • Jumat, 27 Agustus 2021 | 18:00 WIB
BIAR AMAN: Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dari kandang ke kandang beberapa waktu lalu.(GUNAWAN/RADAR JOGJA)
BIAR AMAN: Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan dari kandang ke kandang beberapa waktu lalu.(GUNAWAN/RADAR JOGJA)
 

RADAR JOGJA - Lembaga pemsayrakatan (lapas) Kelas II A Wirogunan menggelar razia atau penggeledahan terhadap barang terlarang yang mengarah pada narkotika. Dari 320 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dirazia tidak satupun narkotika ditemukan, justru barang-barang terlarang lainnya. Lipstik salah satunya.

Kepala Lapas Kelas IIA Wirogunan, Arimin mengatakan penggeledehan dilakukan selama 1,5 jam bersama jajaran tim gabungan TNI, Polri, dan BNNP DIJ. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti sejumlah lipstik, puluhan korek api, alat cukur, dan masih banyak lagi. "Biasanya lipstik saking sayang dan kangennya (WBP) sama istri. Bibirnya (istri) tidak dapat minimal lipstiknya. Di lapas ini tidak ada perempuan," katanya usai operasi penggeledahan di Lapas Wirogunan Sel;(26/8).

Arimin menjelaskan di antara barang bukti lain meliputi minyak wangi, jam tangan, barang pecah belah, batu, kartu remi, sendok, tembakau, hingga paku, dan masih banyak lainnya. Sejumlah barang bukti tersebut ditemukan di empat blok wisma yang digeledah. Menurutnya, diantara barang-barang tersebut cukup berbahaya dan dapat melukai orang. "Ada yang cukup berbahaya barang pecah belah bisa melukai orang," ujarnya.

Dari penggeledahan yang dilakukan sejak pukul 09.00-10.30 tidak ditemukan adanya barang terlarang dengan sasaran narkotika. Diduga barang-barang bukti yang ada tersebut bisa masuk saat ada kunjungan keluarga ke lapas. "Setelah kami catat (barang bukti) semua, barang-barang yang tidak boleh beredar kami musnahkan hari ini (kemarin)," jelasnya.

Kepala BNNP DIJ Brigjen Pol Andi Fairan mengatakan, razia barang-barang terlarang dengan sasaran narkotika ini juga dilakukan di lapas lain di DIJ. Ini menjadi salah satu proses dalam rangka deklarasi lapas bersih dari narkoba (bersinar). "Kami sudah sepakat dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk menjadikan pilot project seluruh lapas di DIJ ini kita deklarasikan sebagai lapas bersinar," katanya di Lapas Wirogunan.

Dikatakan, di seluruh Indonesia baru daerah Jogjakarta yang berani mendeklarasikan lapas menjadi lapas bersih dari narkoba. Setelah dua lapas tersebut, dalam waktu dekat nantinya BNNP DIJ akan mendeklarasikan lapas Wirogunan menjadi lapas bersinar. "Jadi secara bertahap dan berkesinambungan akan ada hasil dan evalusi. Kalau memang betul-betul steril dalam waktu dekat kita akan mendeklarasikan," tandasnya.

Sidak yang sama juga digelar di Lapas Perempuan Kelas IIB DIJ di Wonosari. Aparat melakukan penggeledahan dan menemukan benda-benda yang haram digunakan oleh warga binaan.Target penggeledahan narkoba. Maka dalam sidak tersebut juga dilaksanakan tes urine.“Tes urine tidak hanya menyasar warga binaan namun juga petugas lapas. Termasuk saya juga dites urine,” kata Kepala Lapas Kelas IIB DIY, Ade Agustina.

Hasilnya, dari total 30 orang yang dites urine semua hasilnya negatif narkoba. Rinciannya tes urine 15 pegawai serta 20 warga binaan. Kemudian dalam pemeriksaan, petugas juga tidak menemukan narkoba, tapi ada sejumlah benda-benda yang dilarang dibawa masuk. “Seperti cairan pembersih lantai, kawat, peniti, jarum hingga antena TV. Selain itu, ada juga kartu ATM dan kreasi kartu domino kreasi warga binaan,” ungkapnya.

Benda-benda milik warga binaan tersebut langsung diamankan, karena bisa menjurus kepada tindakan yang membahayakan. Hasil pemeriksaan, kartu domino digunakan untuk menghilangkan jenuh dan mengisi waktu luang.“Kami akan menyelidiki temuan sampai tuntas, termasuk ATM. Kami berikan peringatan keras dan jangan sampai ada praktik perjudian di area lapas,” tegasnya.

Sementara itu, Sub Koordinasi Pencegahan, BNNP DIJ, Hery Santoso mengapresiasi karena tidak ditemukan praktik peredaran narkoba di area lapas. Selain penggeledahan di sel penahan, tim BNNP juga mengambil sampel urin dari petugas lapas sebanyak 15 orang dan warga binaan sebanyak 20 orang. “Hasilnya juga negatif semua. Untuk sampel ada yang diambil dari warga binaan karena kasus narkotika,” kata Hery Santoso. (gun/wia/pra) Editor : Editor Content
#BNNP DIJ #TNI #Kelas II A Wirogunan #polri