Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diawali Malioboro dan Stasiun Tugu

Editor Content • Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:39 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Segala upaya dilakukan untuk memastikan pengendalian penularan kasus Covid-19 di Kota Jogja. Termasuk dengan menetapkan Malioboro dan Stasiun Tugu sebagai kawasan wajib bermasker dan bervaksin.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan hal itu penting untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Satu kawasan yang nantinya hanya bisa dikunjungi oleh masyarakat yang sudah bervaksin.

Bergulirnya kawasan bermasker dan bervaksin ini dimulai dari kawasan yang cukup ramai dikunjungi masyarakat. Dua titik utama itu dinilai memiliki mobilitas cukup tinggi sebagai pintu masuknya masyarakat dari luar kota.

“Dengan adanya kawasan wajib ini sudah ada hambatan psikologis, jangan kaget kalau ditanya petugas sudah vaksin apa belum. Kalau belum divaksin, tentu jangan masuk Malioboro karena harus menunjukkan identitas vaksin,” katanya saat meresmikan kawasan Malioboro dan Stasiun Tugu sebagai kawasan wajib masker dan vaksin, di pintu selatan Stasiun Tugu, Jogja, kemarin (11/8).

HS menjelaskan, upaya yang dilakukan itu bukan untuk menyulitkan masyarakat, justru lebih memudahkan dalam hal pelayanan vaksinasi. Konsekuensinya, pemerintah kota harus menyediakan layanan atau sentra vaksinasi yang bisa diakses mudah.

Pengunjung yang hendak masuk kawasan Malioboro dan diperiksa acak oleh petugas Jogoboro dan kedapatan belum divaksin, maka akan diarahkan menjalani vaksinasi di sentra pintu selatan Stasiun Tugu. Ini kerja sama Pemkot Jogja melalui BUMN dan jajaran Polresta.

“Karena warga yang beraktivitas di kawasan Malioboro, khususnya pedagang sudah divaksin. Tentu yang masuk kawasan itu juga harus sudah bervaksin. Tapi kita tidak tolak begitu saja, kami arahkan untuk vaksin dulu,” katanya.

Dikatakan, sepanjang masyarakat beraktivitas di Kota Jogja, maka akan dilayani atau divaksin di sini. “Daftarnya mudah lewat online. Pendaftaran dadakan, sepanjang data memenuhi kita vaksin. Kami tidak milih-milih, semua kita vaksin,” tambah Haryadi.

Oleh karena itu, pemkot juga akan memasang media visual sebagai tanda informasi kawasan itu sudah ditetapkan sebagai kawasan bermasker dan bervaksin. Ini sebagai bentuk edukasi masyarakat.

Menurutnya, tidak ada hal lain yang terbaik dilakukan saat situasi pandemi, selain mewajibkan masyarakat menjalani vaksinasi. Maka untuk merespons ini, pemkot bakal memperbanyak kawasan wajib masker dan vaksin. Dua lokasi yang lebih dulu dicanangkan ini sebagai pilot project.

“Idealnya tidak hanya dua tempat ini, tapi kita juga akan pasang (tanda) di daerah-daerah perbatasan masuk ke kota harus wajib masker dan vaksin. Kita harus memperluas jangkauan,” jelasnya.

Direncanakan beberapa informasi itu juga akan dipasang, di antaranya, di jalan-jalan perbatasan masuk Kota Jogja. Seperti Jalan Magelang, Jalan Wates masuk kota, dari arah selatan sekitar Umbulharjo, dan Jalan Solo. Informasi yang akan dipasang berupa tulisan bahwa Jogja adalah kota wajib vaksinasi dan memakai masker.

“Jangkauan vaksin ini dalam rangka program Jogja Merdeka Vaksin. Terminal Giwangan, Stasiun Lempuyangan, juga dibuat sama. Mudah-mudahan sebelum 17 Agustus tempat-tempat ini sudah kita canangkan,” tandas HS.

Selain itu, pemkot juga akan memperluas jangkauan sentra vaksinasi dengan menyasar tiga lokasi, yakni XT Square, Ngabean, dan PDAM Jogja. Disamping masyarakat bisa melakukan vaksinasi secara reguler di puskesmas dan kemantren.

Wakil Presiden Eksekutif PT KAI Daop 6 Jogjakarta Asdo Artriviyanto mendukung penuh program yang dicanangkan Pemkot Jogja itu. Hal ini diharapkan dapat mendorong pembentukan herd immunity.

“Perjalanan KA kami memperhatikan prokes sesuai SE Kemenhub. Selain itu kami juga mempersyaratkan pelaku perjalanan KA wajib vaksin dosis 1, yang tadinya hanya antigen atau PCR,” katanya.

Kegiatan vaksinasi di sentra Stasiun Tugu sudah dimulai sejak 3 Juli lalu dengan sasaran vaksin adalah pekerja KA, KAI Group, penumpang dan masyarakat umum. Sampai Selasa (10/8), dalam jangka waktu satu bulan total yang telah divaksin mencapai 8.336 orang.

“Kami juga membantu pemerintah dalam rangka menciptakan herd immunity dengan tetap menjaga prokes. Tujuan ke depan ya semakin rendah angka paparan Covid-19 dan mobilitas masyarakat semakin hari semakin sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menambahkan, dalam situasi pandemi keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi yang harus dijaga. “Salah satu tempat yang menjadi mobilitas orang masuk dan keluar Jogja, adalah stasiun. Kita dukung penuh kawasan bermasker dan bervaksin ini untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang,” tambahnya. (wia/laz) Editor : Editor Content
#kasus covid-19 #Jogja