Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasien Positif Covid-19 Jangan Lupa Lapor

Editor Content • Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:23 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA – Warga terpapar Covid-19 yang tidak melaporkan keadaan dirinya berpotensi besar menularkan virus. Selain itu, berisiko pada kesalahan penanganan. Hingga berakibat fatal bagi diri dan lingkungannya.

Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo menyebut, dirinya melakukan investigasi terhadap tujuh apotek di Bumi Projotamansari. Hasilnya, empat dari tujuh apotek, pelayannya pernah terpapar Covid-19. “Apotek yang terpapar itu semuanya menjual obat Covid-19,” ungkapnya diwawancarai Radar Jogja, Senin (9/8).

Joko lantas menduga, terpaparnya pelayan apotek bersumber dari pelanggan yang tidak jujur. Di mana dirinya terpapar Covid-19, kemudian mencoba menangani sendiri. Tanpa melaporkan keadaan dirinya kepada perangkat terkait. “Periksa kesehatan positif dan tidak melapor. Tapi mengambil langkah isolasi sendiri,” sebutnya.

Hal tersebut dinilai Joko berbahaya. Sebab dia berjalan sendiri untuk membeli obat. Sehingga ada kemungkinan, selama dalam perjalanan, dirinya menularkan Covid-19 kepada setiap orang yang ditemuinya. “Di situ, berjalan-jalan beli obat. Ini yang harus antisipasi,” tegasnya.

Untuk itu diimbau, warga yang mengalami gejala Covid-19 untuk segera melaporkan diri ke perangkat terkait, seperti ketua RT, satgas padukuhan, atau satgas kalurahan. “Kemudian dapat dilakukan testing, kalau positif bisa tracing, dan kemudian bisa dicarikan treatment yang tepat,” paparnya.

Pelayan di salah satu apotek berjejaring di Wonokromo, Pleret, Bantul, yang tidak menyebutkan namanya, mengaku apoteknya menjual obat-obatan untuk menangani Covid-19. Namun, apotek menerapkan kebijakan, hanya pelanggan bergejala yang dapat membeli obat. Itupun, harus melalui resep dokter. “Jangan sampai dia beli obat Covid tapi sebenarnya dia nggak Covid kasihan badannya. Kalau benar terpapar, akan dibuatkan resep dokter,” ujarnya.

Pemesanan obat pun dilakukan secara online melalui aplikasi apotek. Pelanggan akan diminta mengunggah bukti bahwa dirinya terpapar Covid-19. Setelah itu, dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan oleh pasien. Selanjutnya, pasien baru akan mendapat resep.

Kendati begitu, perempuan berkaca mata itu mengaku tidak tahu. Bila ada warga terpapar Covid-19 yang tetap nekat datang langsung ke apoteknya untuk membeli obat. “Tapi iya sih, nggak tahu kalau dia terpapar atau tidak,” jelasnya.
Sebelumnya, Lurah Tamantirto Wisnu Ardi menyesalkan adanya warga terpapar Covid-19 yang tinggal di wilayahnya dan tidak melaporkan diri. warga tersebut berinisial S yang melakukan isolasi atas secara diam-diam. “Saat isoman juga tidak lapor ke RT. Tahu-tahu meninggal dan ternyata terpapar Covid-19,” ucapnya.

Hal ini disesalkan oleh Wisnu. Sebab meninggalnya S seharusnya bisa dihindari, bila dia melaporkan keadaan dirinya. “Tidak lapor ke RT, jadi kami tidak mendata. Kami tahunya kan berdasar laporan. Tidak ada bantuan, karena tidak melaporkan keadaan pribadinya,” cecarnya. (fat/pra)

 

  Editor : Editor Content
#Bantul #Covid-19