Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nakes Puskesmas Makin Sibuk

Editor Content • Jumat, 23 Juli 2021 | 16:50 WIB
KRITIK: Pengguna jalan melintas di dekat poster bernada satir yang tertempel di kawasan simpang empat Gayam, Jogja, Rabu (21/7). Poster yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Pascasarjana UGM itu menjadi perwakilan suara hati aspirasi sebagian masyarakat
KRITIK: Pengguna jalan melintas di dekat poster bernada satir yang tertempel di kawasan simpang empat Gayam, Jogja, Rabu (21/7). Poster yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Pascasarjana UGM itu menjadi perwakilan suara hati aspirasi sebagian masyarakat
RADAR JOGJA – Tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas di DIJ akan bertambah sibuk. Kini mereka memiliki tugas tambahan. Mendiagnosa kondisi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Untuk penyaluran obat dan vitamin.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengakui, bertambahnya tugas para nakes di puskesmas yang ada di DIJ selama masa pandemi ini. Selain tracing, testing, serta vaksinasi, mereka juga mendiagnosa para isoman. Nantinya mereka dibantu satgas RT untuk memilah mana saja yang butuh obat-obatan. "Karena puskesmas tugasnya tambah termasuk mendiagnosis berat ringannya orang yang isoman. Yang 25 ribu (orang isoman) harus didiagnosis," katanya, kemarin (22/7).

Aji menyebut, bantuan obat-obatan untuk warga yang menjalani isoman dari pemerintah pusat sudah mulai datang. Obat-obatan tersebut nantinya akan disalurkan ke pasien yang isoman oleh para tentara Bintara Pembinaan Desa (Babinsa). Aji juga menjelaskan bahwa obat yang tiba adalah paket 2 dan paket 3. Paket 2 yaitu vitamin dan obat untuk isoman dengan keluhan demam dan kehilangan penciuman. Sementara paket 3 berisi vitamin dan obat untuk isoman yang panas dan batuk kering. "Yang sudah datang itu paket 2 dan 3. Sekarang sudah sampai di Korem. Mudah-mudahan sudah sampai di kodim untuk dibagikan melalui Babinsa," kata Aji.

Mantan Kepala Disdikpora DIJ itu juga menyebutkan saat ini jumlah obat yang datang ada sekitar 735 untuk paket 2 dan 734 untuk paket 3. Sebelumnya, Aji menjelaskan bahwa mayoritas pasien korona merupakan isoman. Tercatat ada lebih dari 25 ribu warga DIJ yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isoman. "Jumlah warga isoman di DIJ sekarang itu ada 25.863 yang isoman di rumah. Jumlah itu menurun dari sebelumnya 28 ribu (isoman)," jelasnya.

Penurunan pasien isoman tersebut lantaran sudah ada dari mereka yang sembuh. Kemudian ada pula pasien yang dipindahkan ke selter. "Nah turun itu ada yang sembuh, ada yang pindah ke shelter," tandas Aji.

Ketersediaan obat-obatan dan vitamin memang vital dalam proses penyembuhan pasien Covid-19. Termasuk mereka yang harus menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Salah seorang warga, yang enggan namanya dikorankan, menjalani isoman, mengaku sempat menjalani isolasi mandiri di rumahnya yang terletak di Minomartani, Sleman mulai awal Juli lalu. Dia terkonfirmasi positif setelah mengalami kontak erat dengan beberapa rekannya yang sebelumnya sudah positif Covid-19.Namun, selama isoman di rumah, sama sekali tidak mendapatkan obat-obatan maupun vitamin dari Puskesmas setempat. Ia harus membeli obat sendiri. "Waktu itu saya sudah lapor ke Puskesmas dan didata," katanya.

Kendati demikian, dia juga mengaku mendapatkan bantuan dari kalurahan tempat ia tinggal. Bantuan itu berupa sembako yang jumlahnya dia sebut lumayan banyak. (kur/pra) Editor : Editor Content
#isoman #Disdikpora DIY #Nakes