Kepala BIN DIJ, Andry Wibowo menuturkan vaksinasi berlangsung bertahap. Tahapan awal ini pihaknya menyasar sekitar 22 ribu siswa SLTP. Menyusul kemudian jenjang siswa tingkat SMA.
"Kalau di wilayah kotamadya (Kota Jogja) ini menyasar 22 ribu, itu untuk SMP saja. Untuk akselerasi vaksinasi, menyasar siswa SMP dan SMA," jelas Andry Wibowo ditemui dalam vaksinasi di SMPN 8 Jogja, Senin (19/7).
Jenderal Polisi bintang satu ini menegaskan vaksinasi pelajar adalah progam nasional. Selanjutnya terimplementasi di setiap daerah di seluruh Indonesia. Dengan sasaran utama para pelajar tingkat SMP dan SMA.
Selain pelajar, BIN DIJ juga menyelenggarakan vaksinasi door to door. Menyasar para warga yang memiliki keterbatasan aksesbilitas. Terutama warga yang belum terdata sebagai penerima vaksin Covid-19.
"Kami jemput bola datangi satu persatu ke rumah masing-masing. Kalau jumlah, di wilayah kota tidak terlalu banyak. Jangkauan kami di wilayah pinggiran atau kawasan gunung itu yang juga kami sasar," kata Kepala BIN DIJ Andry Wibowo.
Andry Wibowo mengingatkan vaksinasi bukanlah obat Covid-19. Walau telah menerima suntik vaksin, bukan jaminan terbebas dari paparan Covid-19. Potensi tertular tetap ada, hanya saja tingkat perburukan turun.
"Kunci melawan virus adalah vaksinasi, obat dan prokes. Ketiga kunci ini sangatlah penting, tak hanya untuk Covid-19 tapi termasuk penyakit menular lainnya," ujarnya.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menuturkan target vaksinasi pelajar mencapai 90 ribu anak. Angka ini adalah para pelajar yang bersekolah di wilayah Kota Jogja. Sementara untuk domisili ada yang berasal dari kabupaten tetangga.
Walau begitu Haryadi memastikan tak ada batasan. Siswa tetap masuk dalam data sesuai alamat sekolah. Sehingga vaksinasi dapat dilakukan di alamat sesuai sekolah.
"Kalau total pelajar SMP dan SMA di Kota itu 90 ribu siswa. Tapi memang tidak semua warga kota Jogja, tapi mereka ini aktivitasnya di Kota. Jadi juga menjadi bagian dari warga dan harus mendapatkan vaksin," katanya.
Menurutnya langkah ini akan lebih efektif. Terlebih mobilitas para siswa juga berada di Kota Jogja. Artinya potensi tingkat terpapar Covid-19 juga tinggi.
"Atas dasar itulah seluruh pelajar siswi SMP dan SMA baik negeri maupun swasta di kota Jogja diprogramkan vaksinasi go to school. Target 17 Agustus kota Jogja merdeka vaksin," ujar Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti.(dwi/sky) Editor : Editor News