Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Yang Isoman Juga Perlu Diperhatikan

Editor Content • Rabu, 14 Juli 2021 | 14:51 WIB
Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Ratusan orang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Paling tidak, itu data yang dimiliki Posko Dukungan Operasi Satgas Covid-19 DIJ.

Menurut data yang mereka himpun sejak 1 Juni hingga pekan pertama Juli lalu, tak kurang dari 106 orang meninggal dunia saat menjalani isoman.

Angka ini diperkirakan terus bertambah lantaran kasus penularan Covid-19 di DIJ juga terus melonjak.
Komandan Posko Gabungan yang juga Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan, meningkatnya kasus orang meninggal saat isoman disebabkan karena banyaknya rumah sakit yang penuh.

“Saat rumah sakit mengalami stuck, dan tidak bisa menerima rujukan dari puskesmas. Maka, puskesmas hanya memiliki satu pilihan. Dengan kondisi apa pun, pilihannya hanya isoman di rumah,” kata Pristiawan, Selasa (13/6).

Melihat kondisi itu, dirasa perlu untuk memperhatikan yang lebih khusus kepada pasien isoman. Pasalnya, banyak dari mereka sebenarnya memiliki gejala ringan hingga sedang. Namun tidak bisa ditampung di rumah sakit yang harus menangani para penderita dengan gejala berat.
Pemprov DIJ sendiri memberikan obat-obatan gratis bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.Upaya ini dilakukan karena banyaknya pasien isoman yang meninggal dunia akibat penuhnya rumah sakit dan selter.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengakui, banyak pasien Covid-19 yang menjalani isoman, terutama yang tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan karena keterbatasan rumah sakit dan selter. Menurutnya, bisa jadi yang meninggal karena isoman kurang terkontrol oleh petugas kesehatan.

Dalam waktu dekat pemprov akan menyalurkan obat-obatan khusus bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri dan layanan kesehatan. Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara daring, Senin (12/7) malam.

Dalam pertemuan itu dibahas rencana pembagian obat bagi untuk para isoman. Pola penyaluran obat bagi pasien isoman, nantinya mulai tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) membuat laporan ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat. Puskesmas akan melapor lewat Kodim karena obat dari Kimia Farma disalurkan lewat Korem dan Kodim untuk Jawa dan Bali.
Baskara Aji meminta kepada warga yang menjalani isoman untuk melapor ke puskesmas, agar petugas bisa mendata dan melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.

Mantan kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ ini juga berharap, Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW untuk berpartisipasi mendampingi pasien isoman. (kur/laz) Editor : Editor Content
#obat #Isoman di Rumah