Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nakes dan Tim Pemakaman Mulai Kewalahan

Editor Content • Kamis, 1 Juli 2021 | 18:52 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Tak hanya tenaga kesehatan yang mulai kewalahan. Tim Dekontaminasi dan pemakaman Covid-19 BPBD Kabupaten Sleman juga merasakan hal yang sama. Tim yang terdiri dari berbagai relawan itu mengaku keteteran menguburkan jenazah pasien Covid-19 Kabupaten sleman.

Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho Utomo mengatakan, dalam satu hari, kemarin (30/6) hingga pukul 12.00, pihaknya sudah menguburkan 18 jenazah terpapar Covid-19. Satu di antaranya kiriman jenazah dari luar Sleman juga."Kemarin itu kita sampai 28 jenazah dalam sehari. Hari ini 18, dua di antaranya juga melakukan pemulasaran karena meninggal saat isoman," ungkap Yoga dihubungi, kemarin (30/6).

Menurutnya angka kematian covid di Juni ini paling tinggi. Sehingga pihaknya merasa kewalahan. Dari BPBD juga memutuskan menambah personel. Yang semula empat, jadi tujuh tim kini menjadi 10 tim. Dengan jumlah satu tim mencapai delapan orang. Selain memakamkan pasien covid, juga melayani pemulasaraan bagi jenazah yang meninggal dunia saat isolasi di rumah.

Meski jumlah personel diyambah, kendala lain yang dihadapi, saat terjadi crowded. Minimnya armada yang beroperasi menyebabkan, pelayanan menjadi optimal. Tidak dapat menjangkau keseluruhan. Meski penanganan dilakukan 24 jam.

Kemudian daya dukung lainnya, di Posko Dekontaminasi Sleman apabila ada dukungan relawan dari kesehatan, kapasitas posko tidak memenuhi. Sehingga perlu ada peningkatan daya dukung ini.

Menurutnya, menjadi relawan yang hadapan langsung dengan virus, membuatnya lebih meningkatkan keamanan diri. Dengan menerapkan prokes dengan baik dan benar. Saat bekerja, harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, jangan sampai terlena.

Sementara itu untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 di Kabupaten Sleman, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo telah menerbitkan surat edaran agar di rumah saja selama satu minggu. Hal itu tercantum pada SE Nomor 443/01745. Kustini mengajak masyarakat turut dalam pencegahan persebaran ini. Yaitu dengan gerakan "Sesarengan Jogo Sleman".

Dia mengimbau masyarakat mengurangi mobilitas. Meniadakan kegiatan pertemuan, rapat, seminar dan lain-lain yang digelar tatap muka. Semua kegiatan baik di lingkup perkantoran taupun masyarakat agar dapat dilakukan secara online. "Ayo bersama-sama lakukan gerakan ini. Dengan begitu, persebaran dapat ditekan," pungkasnya. (mel/pra) Editor : Editor Content
#Sleman #BPBD kabupaten sleman