PANJI RENDRA, JOGJA, Radar Jogja
Sisi utara Jalan Panembahan Senopati, Gondomanan, tepatnya di seberang Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIJ, punya ciri khas. Dengan keberadaan para penjual akik di sana. Mereka tetap konsisten berjualan meski kini tak lagi booming.
Puluhan lapak berjejer berjualan batu dan aksesorisnya. Salah satu penjual batu akik di sana adalah Aris Marsuko. Mengaku sudah berjualan dari 1982. Di lokasi yang ditempatinya hingga kini. Dia mengatakan sebelum viral dan mencapai harga tinggi, seperti 2015-2016, bersama istrinya sudah membuka lapak. “Sebelum ada demam batu akik kemarin, sudah jualan,” ungkapnya saat ditemui, Radar Jogja Kamis (3/6).
Batu yang dijual pun beragam. Untuk batu akik kini dibandrol dari harga Rp 30 ribu sampai Rp 150 ribu rupiah. Sesuai jenis dan ukuran. Namun untuk batu mulia seperti Rugby, Safir,Jamrud dan Kalimaya, masih bisa mencapai Rp 1 juta. “Keunikanya juga menambah dalam mempengaruhi harga, katanya.
Padahal, lanjut Aris, saat booming batu akik dulu harganya bisa naik berkali-kali lipat. Bisa menyentuh hingga puluhan juta rupiah. Beragam jenis batu pun banyak yang mencari. “Sekarang hanya yang benar-benar suka,” ungkapnya.
Istri Aris,Tini pun menambahkan, "Kalau sekarang nungguin yang beli sampai ngantuk." Perbandingan harganya pun sangat jauh, Tini mencontohkan, semisal batu Red Borneo, saat itu bisa dijual Rp 500 ribu, batu jenis Bacan, bisa sampai Rp 3 jutaan. “Sekarang cuma seratus ribuan saja, itu pun masih ditawar,” jelasnya.
Saat ini pelanggan daerah masih ada, yang memesan beberap jenis batu mulia. "Banyak juga sekedar memperbaiki, cincin yang kendor," terangnya.(pra) Editor : Editor Content