Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bernostalgia dalam Labirin Permainan Tradisional

Editor Content • Kamis, 3 Juni 2021 | 14:50 WIB
OTHOK-OTHOK: Pengunjung memainkan mainan tradisional kapal othok-othok dalam pameran temporer Abhinaya Karya bertajuk Kembara Gembira, Ayo Dolan! Ayo Cerita!, di Museum Sonobudoyo, Jogja, (2/6).(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
OTHOK-OTHOK: Pengunjung memainkan mainan tradisional kapal othok-othok dalam pameran temporer Abhinaya Karya bertajuk Kembara Gembira, Ayo Dolan! Ayo Cerita!, di Museum Sonobudoyo, Jogja, (2/6).(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
 

 

RADAR JOGJA - Suasana nostalgia langsung terasa ketika memasuki Ruang Pameran Temporer Museum Sonobudoyo, Rabu (2/6). Terdapat banyak permainan anak tradisional dari berbagai zaman yang dipamerkan.
Sebut saja kapal othok-othok. Juga ada dakon, kitiran, engklek, gasing, serta beberapa jenis pameran yang lain. Yang menarik, ruangan pameran juga dibuat sedemikian rupa menyerupai labirin.

Harapannya para pengunjung yang hadir nantinya memiliki kesan berpetualang ketika memasuki ruang pameran. Selain itu, pengunjung juga bisa memainkan beberapa jenis permainan yang dipamerkan. Pameran ini bertajuk: Pameran Temporer Abhinaya Karya: Kembaran Gembira Ayo Dolan! Ayo Cerita!.
Kepala Museum Sonobudoyo, Setiawan Sahli menyatakan, gagasan dari pameran itu berawal dari keinginan untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung melalui alur pameran yang menarik.

Photo
Photo
BERBAGAI ZAMAN: Pengunjung mengamati cerita anak yang dipajang dalam pameran temporer Abhinaya Karya bertajuk Kembara Gembira, Ayo Dolan! Ayo Cerita!, di Museum Sonobudoyo, Jogja, (2/6). Pameran bertujuan mengajak para pengunjung untuk berpetualang menyelami kembali dunia anak-anak.(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

“Di pameran ini pengunjung bisa menikmati pameran dengan sensasi seperti melewati labirin,” ujar Iwan, panggilannya. Dari desain itu diharapkan pengunjung bisa bernostalgia. Mengenang masa-masa kecil mereka yang dipenuhi dengan permainan sederhana tapi penuh dengan filosofi menarik.
“Kegembiraan yang pernah mereka rasakan di masa kecil bisa dihadirkan kembali di sini,” lanjutnya. Dengan adanya pameran ini ia berharap museum tidak lagi hanya diminati oleh orang dewasa, tapi juga anak muda.

Termasuk anak-anak juga bisa menikmati ketika berkunjung ke museum. Pameran ini sendiri mulai berlangsung kemarin (2/6) hingga 30 Juni.
Selain bisa menyaksikan koleksi permainan tradisional yang menarik, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas lain pada pameran itu. Yakni membuat karya berupa barang-barang hiasan dengan menggunakan bahan kertas dan bahan lain. (kur/laz)

  Editor : Editor Content
#Ruang Pameran Temporer #museum sonobudoyo