Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melukis dengan Laku Jalan Kaki dan Mubeng Beteng

Editor Content • Senin, 31 Mei 2021 | 18:30 WIB
SANG SUTRADARA: Bayu Prihantoro Filemon mengaku bangga filmnya bisa lolos seleksi dan diputar di Bussan International Film Festival.
SANG SUTRADARA: Bayu Prihantoro Filemon mengaku bangga filmnya bisa lolos seleksi dan diputar di Bussan International Film Festival.
RADAR JOGJA - Sambil berjalan kaki, pelukis Ki Joko Wasis mendedikasikan aksi moral melukis wajah seorang tokoh dan ”bapak pembangunan”. Momentum ini untuk memperingati 100 tahun kelahiran Presiden ke-2 Indonesia Soeharto, 8 Juni mendatang

WINDA ATIKA IRA P, Jogja, Radar Jogja

Pada 8 Juni mendatang me­rupakan 100 tahun kelahiran Jenderal Besar HM Soeharto (1921­2021). Dalam rangka itu, pelukis dari Kota Jogja Ki Joko Wasis melu­kis sosok presiden yang pernah berkuasa selama 32 tahun itu itu dalam perspektif dan imajinasi seniman. ”Ya, ini sebagai dedika­si kami, bagai mana pun Pak Har­to pernah menjadi presiden dan berjasa,” katanya kemarin (30/5).

Banyak hal yang menarik di­lakukan seniman ini saat melu­kis di jalan. Ia melukis dengan mengenakan baju adat Jawa dan tanpa alas kaki atau nyeker. So­al ini, ia ingin menunjukkan kearifan lokal yang ada. Aksi dilakukan hanya untuk mengingatkan kepada masyar­akat bahwa Soeharto merupakan presiden kedua Indonesia. ”Senga­ja nggak dirayakan ramai­ramai, ini secara inisiatif saja,” ujarnya.

Aksi dilakukan dengan laku jalan kaki mubeng beteng Kera­ton Jogja, kemudian menuju Memorial Jenderal Besar HM Soeharto (museum) di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Ia melukis sepanjang jalan dengan media kanvas yang dibawa dengan gerobak.Ia seorang diri melukis di atas gerobak yang berjalan ditarik dengan sepeda motor. Pe nge­mudi pun juga mengenakan kostum Jawa. Cara melukisnya tidak menggunakan kuas, me­lainkan dengan tangan kosong. ”Tadi start dan kumpul di Mas­jid Jalan Nagan Kulon, Kadipaten, Kraton, Jogja.

Kami berdoa du­lu supaya lancar, kemudian jalan dan aksi,” tambah Ki Joko Wasis.Dia menyebut lukisannya akan diserahkan kepada Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti sebagai penghormatan atas yang me­miliki wilayah. ”Kami tidak ada pretensi apa pun, tapi sebagai penghormatan,” ujarnya.Secara jadwal, melukis jalan kaki 100 tahun Pak Harto itu di­mulai kemarin dan dilanjutkan hari ini (31/5), start Titik Nol Ki­lometer­Balai Kota Jogja dengan agenda menyerahkan lukisan ke Wali Kota Haryadi Suyuti.Dilanjutkan Selasa (1/6), startTitik Nol Kilometer Jogja dan berkeliling Kota Jogja.

Kemu­dian Senin (7/6) start Titik Nol Kilometer Jogja menuju Astana Giri Bangun, Matesih, Karang­anyar, Jawa Tengah, sekaligus ziarah ke makam Presiden Soe­harto dan menyerahkan lukisan ke pengelola makam. (laz/fj) Editor : Editor Content
#Titik Nol Kilometer Jogja #Ki Joko Wasis