Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 09.00. Korban meninggal bernama Derbita Nadifa Shafira, 19, asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Kemudian Muhammad Rois Chaq,19, warga Umbulharjo, Kota Jogja, dinyatakan hilang dan masih dalam upaya pencarian petugas.
Menurut keterangan saksi Agus Iswanjono, sebelum kekadian dua korban diketahui sedang berkemah di Pantai Ngluwen. Pagi itu mereka tengah bermain air di lokasi kejadian. Padahal saat itu air laut sedang pasang dan menyebabkan gelombang menjadi tinggi.
”Tibatiba ombak besar datang dan langsung menyeret keduanya ke tengah laut,” kata Agus. Warga yang mengetahui peristiwa ini langsung bergerak melakukan upaya pertolongan. Mereka berteriak dan mendapat respons dari tim SAR maupun nelayan di sekitar lokasi.
Namun, derasnya ombak menyulitkan upaya regu penyelamat dalam menunaikan tugasnya. Beberapa waktu kemudian personel yang dikerahkan dan dibantu para nelayan, berhasil me ngevakuasi satu korban. ”Proses evakuasi dilakukan de ngan perahu milik salah seorang nelayan,” ujarnya.Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, satu korban atas nama Derbita Nadifa Shafira berhasil ditemukan dan dievakuasi ke perahu nelayan. Namun, korban sudah dalam kodisi tidak bernyawa.
”Sementara satu lagi atas Muhammad Rois Chaq, kini sedang dalam pencarian petugas,” kata Marjono.Selain pencarian di laut, petugas SAR juga melakukan pemantauan dari atas tebing di sekitar pantai. Tugas penyelamatan terhadap korban melibatkan 30 personel. Pihaknya juga meminta kepada nelayan atau masyarakat jika mengetahui keberadaan korban agar menghubungi petugas.”Gelombang tinggi menerjang berbagai kawasan pantai selatan sejak Rabu pagi.
Berdasarkan catatan kami, tinggi gelombang mencapai empat meter lebih,” ungkap Marjono.Akibat badai menerjang, para nelayan yang selama ini memarkir kapalnya di pinggir pantai, tidak sempat menyingkirkan hingga banyak yang mengalami kerusakan akibat terbawa arus gelombang tinggi. Di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjung sari, misalnya, nelayan dan warga harus dibuat gaduh karena datangnya ombak besar ini. ”Untuk kawasan Pantai Baron, dari 90 kapal nelayan di antaranya mengalami kerusakan terkena ombak besar,” ucap Marjono. (gun/laz/fj) Editor : Editor Content