Arinta, nama bledug (anak gajah) berkelamin betina itu, bertepatan dengan ultah pertamanya diperingati bersama puluhan pengunjung kebun binatang setempat. Pesta ulang tahun Arinta dirayakan dengan pemberian tumpeng buah yang berisi aneka buah-buahan dan sayuran kesukaan gajah tersebut. Seperti jeruk, apel, nanas, mentimun, tomat, wortel, dan kacang panjang.
Anak gajah tersebut tampak senang dan lucu, sehingga pengunjung senang dibuatnya. Bahkan anak gajah yang baru berusia satu tahun ini, bisa memilih buah kesenangannya hingga membuat pengunjung tak henti-hentinya mengabadikan dengan kamera handphone yang mereka bawa
Arinta, merayakan ultahnya ditemani induk betina bernama Shinta dan induk semangnya bernama Cempaka. Kesempatan langka itu dipergunakan sejumlah pengunjung membelai dan memberi pakan pada anak gajah yang tengah ulang tahun.
Direktur Utama GL Zoo, Tirtodiprojo mengatakan, anak gajah betina tersebut merupakan hasil perkawinan dari dua gajah asal Sumatra, bernama Argo dan Shinta yang kini melengkapi koleksi kebun binatang terbesar di Jateng dan DIJ.
Karena itu, nama anak gajah itu adalah Arinta. “Namanya Arinta karena indukan dari Argo dan Shinta,” tutur Joko, sapaan akrabnya, seraya mengharapkan anak gajah tersebut nantinya tumbuh kuat dan sehat.
Pengelola kebun binatang GL Zoo terus memantau perkembangan Arinta, yang kini bobot tubuhnya mencapai 262 kilogram dan sehat. Bahkan, menurut Joko, sejak induknya dikawinkan, masa kehamilan, hingga Arinta lahir sampai sekarang, kesehatan anak gajah tersebut terus dipantau.
“Kami sedang laksanakan breeding atau pembiakan satwa secara terprogram. Kita akan mengembangkan breeding untuk jenis satwa lainnya,” katanya.
Meski Arinta sudah tampak sehat dan kuat, namun belum ada niat menyapih atau memisahkan dengan induknya. “Karena Arinta masih harus dikenalkan dengan gajah-gajah lainnya koleksi di sini, supaya bisa menyatu dan nantinya hidup berkelompok seperti di habitat aslinya,” ujarnya.
Joko menambahkan, sejak pandemi setahun ini, GL Zoo mengalami pasang surut. Sempat tutup beberapa bulan karena Corona. Saat buka awal Agustus tahun lalu, jumlah pengunjung naik-turun. Baru, hampir satu bulan terakhir ini bisa sedikit bernafas lega karena jumlah pengunjung mencapai sekitar 500 orang per-hari. “Kalau weekend pengunjung bisa mencapai 1000 sampai 2000 orang,” tambahnya.
Di masa pandemi ini, pihak manajemen GL Zoo menilai perlunya ada kepercayaan pengunjung bahwa seluruh karyawan kebun binatang itu terlindungi dari wabah virus Covid-19. “Saya sudah minta ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, agar seluruh karyawan mendapatkan penyuntikan vaksinasi Covid-19,” katanya. Hal ini dilakukan untuk memberi kepercayaan kepada para pengunjung karena kalau sudah divaksin, kecil kemungkinan menularkan kepada orang lain. ”Saya sudah minta seluruh karyawan divaksin, untuk memberi rasa aman bagi semuanya,” ujarnya. (sky) Editor : Editor News