Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belum Tentukan Jogokariyan Zona Merah

Editor Content • Sabtu, 20 Maret 2021 | 18:58 WIB
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi.(Winda Atika Ira Puspita / Radar Jogja)
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi.(Winda Atika Ira Puspita / Radar Jogja)
RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja belum mengkategorikan Kampung Jogokariyan dalam zona merah, meski ditemukan 35 warganya positif Covid-19. Sebab, pemkot masih harus memetakan sumber penularan yang timbul.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) sudah meminta puskesmas setempat dan kemantren yang mengampu, untuk pemetaan sebaran virus korona terkait dengan domisili warga yang ada. "Jogokariyan itu belum selesai, memang sebagian masih diolah terutama tentang sebaran domisilinya. Teman-teman Mantri dan puskesmas masih mengolah data," katanya di Ruang Sadewa Kantor Pemkot Jogja Jumat (19/3).

HP menjelaskan sampai saat ini warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jogokariyan sebanyak 35 kasus. Dari jumlah itu sebagian besar tanpa gejala. Sebanyak empat diantaranya dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia. Pun dari 35 orang yang positif tersebut belum diketahui darimana sebaran penularannya.

"Kemantren belum membuat laporan peta akhirnya. Saat ini kami juga masih menunggu hasil tes PCR terhadap 15 orang di Jogokariyan," ujarnya.
Pemkot juga telah menyediakan ruang isolasi bagi warga positif Covid-19 tanpa bergejala. Selain itu, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi warga isolasi mandiri juga disediakan oleh warga Mantrijeron. "Teman-teman puskesmas juga sedang meminta sejumlah orang yang masuk kontak erat untuk isoman," jelasnya.

Selain itu, sejumlah ketua RT, RW, dan kampung pula diminta untuk mengkondisikan agar pelaksanaaan pembatasan aktivitas kegiatan di Jogokariyan bisa dilaksanakan dengan ketat. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi sebaran penularan baru. Sehingga ditargetkan pada saat memasuki bulan Ramadan kasus sudah bisa terselesaikan. "Kami sudah melakukan pembatasan-pembatasan aktivitas untuk memutus sebarannya," tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, terdapat 35 warga Jogokariyan yang dinyatakan positif Covid-19. Temuan tersebut berawal dari adanya salah seorang remaja Masjid Jogokariyan yang mengeluh kurang sehat atau tidak enak badan.
Pengurus masjid tersebut, berinisiatif untuk melakukan tes antigen kepada sejumlah warga sekitar masjid dan diketahui dari 100 orang yang dites antigen, 35 di antaranya positif Covid-19.

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir mengatakan, orang yang positif tersebut bukan hanya dari jemaah masjid, namun juga masyarakat sekitar. Khusus dari jemaah masjid yang positif ada tujuh orang. Sementara yang lainnya merupakan masyarakat sekitar Jogokariyan. Menurutnya, sumber penularan tidak hanya dari masjid, tapi berbagai sumber. ”Misalnya keluarga tersebut positif orang tuanya,” jelasnya. (wia/bah) Editor : Editor Content
#Pemkot Jogja #Positif Covid-19 #Jogokariyan