Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masjid Tidak Ditutup, Antisipasi Paparan Covid-19 dengan GeNose C19

Editor News • Jumat, 19 Maret 2021 | 03:12 WIB
CIRI KHAS: Penampilan Wik Wik Ambyar saat menghibur pejalan kaki di jalur pedestrian Malioboro belum lama ini. Meski pengamen di Malioboro dia kerap diminta tampil di televisi nasional.(WINDA ATIKA IRA P/RADAR JOGJA)
CIRI KHAS: Penampilan Wik Wik Ambyar saat menghibur pejalan kaki di jalur pedestrian Malioboro belum lama ini. Meski pengamen di Malioboro dia kerap diminta tampil di televisi nasional.(WINDA ATIKA IRA P/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Langkah antisipasi paparan Corona Virus Disease 2019 dilakukan oleh pengurus masjid Jogokariyan. Berupa pembelian alat deteksi dini GeNose C19,untuk seluruh jamaah yang ingin beribadah di masjid dilakukan pengecekan kesehatan secara berkala.

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir, membenarkan adanya langkah antisipasi tersebut. Pihaknya telah memesan GeNose C19 produsennya. Hanya saja masih masuk dalam daftar tunggu.

"Masjid sebenarnya sudah beli GeNose baru datang akhir Maret. Nantinya setiap orang yang mau datang ke masjid secara periodik akan kami cek kesehatannya  nanti dengan  GeNose," jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (18/3).

Munculnya kasus Covid-19 di wilayah masjid Jogokariyan menjadi pertimbangan tersendiri. Diketahui saat ini ada 35 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut. Salah satu diantaranya adalah warga lanjut usia yang telah meninggal dunia.

Jazir mengakui potensi paparan Covid-19 masih tinggi. Itulah mengapa pengurus masjid sepakat membeli alat pendeteksi dini  Covid-19. Fokus utama adalah para jamaah dan warga yang kerap beribadah di masjid tersebut.

"Wujud antisipasi kami. Agar jamaah dan warga lebih nyaman saat beribadah," katanya.

Jazir menambahkan, skema ibadah di bulan Ramadan juga telah disiapkan. Berupa pemisahan antara warga lokal dengan pendatang. Cara ini telah diterapkan saat Ramadan tahun lalu.

"Ramadan tetap menggelar solat tarawih. Tapi untuk jamaah tamu ada jalur khusus dan tempatnya di atas (lantai 2). Tidak bercampur dengan jamaah lokal," tambahnya.(dwi/sky) Editor : Editor News
#Masjid Jogokariyan #GeNose C-19