“Silakan adukan dan laporkan melalui saya. Kementerian PUPR sebagai mitra kerja Komisi V punya program renovasi gedung sekolah yang nyaris roboh,” ungkap Sukamto di sela mengikuti rapat kerja dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono Rabu (17/3).
Dalam rapat kerja itu, Sukamto sempat mengajukan interupsi. Dia mempertanyakan program renovasi sekolah negeri itu. Anggota dewan asal Dapil DIJ minta ketegasan Menteri Basuki. “Itu akan direalisasikan 2021 ini atau 2022,” ucapnya di hadapan menteri asal Boyolali, Surakarta itu.
Di luar soal sekolah, Sukamto juga tengah memperjuangkan kegiatan bedah rumah untuk 1500 unit rumah se-DIJ. Dari klarifikasi dengan kementerian, hingga saat ini baru usulan bedah rumah di Bantul yang mendapatkan penetapan menteri. Jumlahnya 171 unit rumah. “Lainnya belum ada keputusan menteri. Tiga kabupaten dan satu kota masih menunggu,” jelasnya.
Berikutnya, lanjut kader PKB ini, pihaknya tengah mengawal realisasi pembangunan 80 titik bantuan MCK. Pelaksanannya dilakukan pada April depan. Saat ini tahapannya masih proses lelang terbatas pada kontraktor khusus kelas kecil.
DIY dari APBN juga mendapatkan bantuan lima titik desa non kumuh masing-masing sebesar Rp 1 miliar. Rinciannya Bantul dan Kulonprogo memperoleh satu titik dan Sleman dua titik. Kota Jogja bantuan diberikan untuk Kelurahan Terban, Gondokusuman.
Kemudian ada juga bantuan pembangunan jembatan gantung di Berbah, Sleman. Pengolahan sampah di Kecamatan Gamping dan Berbah, Sleman masing-masing sebesar Rp 600 juta. “Padat karya bidang jalan dan air juga dilaksanakan di DIY. Kami di Komisi V terus mengawalnya,” kata Sukamto. (kus) Editor : Editor Content