Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo memastikan penyelenggaraan PBTY 2021 tak berlangsung dalam bentuk festival. Pertimbangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pelaksanaan event tahunan ini berlangsung secara daring. Tentunya tetap mengedepankan nilai seni budaya tradisi Tiongkok.
Semula puncak PBTY 2021 direncanakan berlangsung akhir Februari. Tentunya atas pertimbangan tak ada pandemi Covid-19. Hingga akhirnya diputuskan tetap terselenggara dengan format yang berbeda.
"Tidak ada event khusus kecuali even PBTY yang akan digelar secara virtual tetapi tidak di hari itu (saat Imlek) tapi di akhir Februari secara virtual," jelasnya, Rabu (10/2).
Pihaknya telah berkomunikasi dengan penyelenggara PBTY 2021. Dia memastikan keputusan ini diambil atas musyawarah bersama. Walau begitu beberapa peribadahan tetap berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Disatu sisi Singgih juga berpesan agar warga menaati keputusan yang ada. Peniadaan festival PBTY tentu menjadi sesuatu yang tidak biasa. Termasuk beragam kegiatan seni dan budaya sebagai pengisi festival.
"Biasanya pada masa-masa ini juga terjadi lonjakan wisatawan. Tapi kami pastikan untuk tahun ini berbeda. Sudah ada regulasi khusus, bahkan ada pengecekan surat antigen di wilayah perbatasan," katanya. (dwi/sky) Editor : Editor News