Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menuturkan aktivasi stasiun lama ini guna mengoptimalkan pelayanan KRL. Sehingga penumpang lebih mudah menggunakan moda transportasi penghubung Jogjakarta - Solo ini. Keempat stasiun dipastikan telah beroperasi normal.
"Jadi menghidupkan 4 stasiun kereta api yang sebelumnya tidak dipakai. Terutama saat KA Prameks beroperasi. Untuk fasilitas sudah komplit dan siap melayani penumpang KRL," jelasnya ditemui di Stasiun Tugu Jogjakarta, Kamis (4/2).
Secara tidak langsung, aktivasi keempat stasiun juga memiliki dampak ekonomi. Terutama kepada warga yang rumahnya berada di sekeliling stasiun. Adanya mobilisasi manusia diharapkan dapat menjadi pemicu perputaran ekonomi.
"Harapan kami perputaran ekonomi warga di keempat stasiun ini juga bisa jalan. Mereka bisa memanfaatkan momen dengan membuka unit usaha yang sesuai," katanya.
KRL Jogjakarta - Solo akan melayani naik dan turun para pengguna di 11 stasiun kereta api. Selain 4 stasiun aktivasi, adapula Stasiun Tugu, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Klaten, Purwosari, dan Stasiun Solo Balapan. Waktu tempuh perjalanan KRL ini rata-rata sekitar 68 menit.
Anne memastikan kesebelas stasiun telah siap melayani penumpang. Terbukti dengan masa uji coba terbatas pada penghujung Januari. Selain itu juga masa uji coba penumpang dari 1 Februari hingga 7 Februari.
"Selama masa uji coba, kesebelas stasiun ini pasti ada penumpang. Tanggal 1 Februari ada 990 orang, 2 Februari ada 962 orang lalu 3 Februari ada 1.043 orang. Di 11 stasiun ini ada yang naik dan turun," ujarnya.(dwi/sky) Editor : Editor News