RSUP Dr Sardjito ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan program percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayah DIJ itu. Dalam vaksinasi masal itu, tidak kurang 3.000 tenaga kesehatan dari Sleman dan Kota Jogja disuntik vaksin.
Vaksinasi masal ini dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Tenaga Kesehatan Terbanyak di DIJ. Adapun tenaga kesehatan akan divaksin telah terdaftar dalam SISDMK (Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatan). “Mereka sudah memiliki e-ticket calon penerima vaksin,” ujar Dirut RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswishanto.
Rukmono mengatakan, program ini membutuhkan vaksinator dari sejumlah fasilitas layanan kesehatan. Selain dari Sardjito sendiri, juga datang dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Jogjakarta, KKP Jogjakarta, RS PKU Muhammadiyah Jogja, dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta.
Tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksin pada periode ini berasal dari RSUP Dr Sardjito, RS Akademik UGM, RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah Jogja, dan RS Jogjakarta International Hospital (JIH).
Ada pula tenaga kesehatan dari RSUP Hardjolukito, RS Bethesda Lempuyang Wangi, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Dinas Kesehatan DIJ, Klinik Kiku, Klinik D’lapan, Klinik dr Theressia Handayani, Klinik Pratama Yonif 403/WP, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM serta Tim Zero TB.
Pelaksanaan program vaksinasi di Grha Sabha Pramana UGM dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Para penerima vaksin diminta melakukan registrasi terlebih dahulu dengan menunjukkan KTP yang dilanjutkan proses screening kesehatan oleh petugas.
Mereka yang lolos akan menjalani vaksinasi dan pemantauan kondisi sekitar 30 menit sesudahnya. Bagi calon penerima vaksin yang tidak lolos screening akan dilakukan penundaan vaksinasi dengan observasi terlebih dahulu selama 30 menit. Bagi yang memiliki penyakit bawaan dan sedang hamil, proses vaksinasi langsung dibatalkan.
Pasca vaksinasi, RSUP Dr Sardjito menyatakan akan menerapkan pemantauan efek vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bagi tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi. Pemantauan dilakukan dengan peserta mengisi formulir online yang telah disediakan oleh panitia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang meninjau langsung proses vaksinasi itu menyatakan semua pihak agar tidak takut untuk divaksin. “Kalau sudah disuntik dan tidak berubah jadi zombie, bilang ke temennya agar tidak takut,” katanya, sambil tertawa.
Lebih lanjut Budi menyatakan, lewat kegiatan vaksinasi ini diharapkan bisa menjadi cara untuk mengetahui apa-apa saja yang kurang dan perlu diperbaiki terkait pelaksanaan vaksinasi mendatang. Poin-poin yang baik dari vaksinasi di GSP UGM ini akan diterapkan di lokasi vaksinasi yang lain.
“Yang saya lihat dari sini, ada dua kunci keberhasilan. Yaitu kerja sama dan wisdom lokal. Saya bangga teman-teman Jogja bisa inisiatif vaksinasi sebanyak ini. Saya berharap teman provinsi lain bisa termotivasi dari Jogja,” tandasnya.
Vaksinasi Dosis Kedua Disuntikkan ke 13 Tokoh
Vaksinasi dosis kedua untuk penerima vaksin pertama di DIJ dilakukan kemarin (28/1) pagi. Bertempat di Bangsal Kepatihan, total ada 13 orang yang ikut serta dalam proses vaksinasi dosis kedua itu.
Wagub Paku Alam X, kemudian istri Wagub GKBRAy Paku Alam, Sekprov Kadarmanta Baskara Aji, Disusul Kabinda DIJ Rudi Iskandar, Kasi Pers Korem 072/Pamungkas Yohanes Yudi Catur Prihartanto. Berikutnya Kadinkes DIJ Pembajun Setyaningastutie, dan Kabid Pengabdian Masyarakat IDI DIJ Tri Widjaya.
Ada pula Sekretaris PPNI DIJ Sri Arini Winarti, Wakil Ketua PWNU DIJ Fahmi Akbar Idris, Ketua PWM DIJ Gita Danu Pranata. Lalu Parisada Hindu Dharma Indonesia DIJ I Nyoman Warta, Permasbudhi DIJ Ian Pasani, serta KWI DIJ Yudono Suwondo.
Dua orang yang sejatinya harus ikut dalam proses vaksinasi di Bangsal Kepatihan urung hadir, yakni Direktur RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswishanto dan Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar. Rukmono harus mendampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin yang kebetulan hadir di Jogjakarta. Rukmono sendiri menjalani vaksinasi di UGM. Sementara Asep Suhendar ada keperluan mendesak. Ia harus mengikuti video conference dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rencananya, Asep akan mendapatkan vaksinasi di RS Bhayangkara DIJ.
Gubernur Hamengku Buwono X berharap agar kekebalan tubuh terhadap virus korona dapat terbentuk berselang dua minggu pasca pemberian vaksin dosis kedua ini. Dalam kesempatan itu, HB X juga melaporkan sejauh ini telah ada 12.858 orang atau 58,48 persen tenaga kesehatan yang telah menerima vaksin.
Sementara itu, Wagub Paku Alam X memberikan testimoni setelah ia kembali mendapatkan suntikan vaksin. Menurutnya, suntikan yang kedua ini juga tidak menimbulkan rasa sakit, sama yang ia alami pada suntikan pertama.
Dalam kesempatan ini PA X juga mengajak masyarakat untuk antusias mengikuti proses vaksinasi, sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh pemerintah. “Ini adalah ikhtiar bagi keselamatan kita semua dan orang-orang yang kita cintai,” katanya. (kur/laz) Editor : Editor Content