Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wedus Gembel Meluncur 3 Km

Editor Content • Kamis, 28 Januari 2021 | 13:59 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA – Selama 14 jam, di Gunung Merapi terjadi 36 kali awan panas guguran atau warga setempat menyebutnya dengan wedhus gembel. Bahkan jarak kuncur terjauh mencapai 3.000 meter atau tiga kilometer.

Dari catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta dari pukul 00.00 tengah malam hingga 14.00 siang, terjadi 36 kali awan panas guguran. Kesemuanya mengarah ke arah barat daya atau ke Kali Krasak dan Kali Boyong.

Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida menyatakan, awan panas yang dikeluarkan selama 14 jam kemarin mencapai 500 hingga 3.000 meter. “Jarak luncur awan panas masih dalam radius bahaya yang direkomendasikan sejauh lima kilometer,” kata Hanik Rabu (27/1).

Getaran yang dihasilkan menurut catatan seismogram mencapai 15 sampai 60 mm. Durasi dari luncuran awan panas itu cukup lama. Mulai dari 83 hingga 197 detik. Hanik menambahkan, mulai 4 Januari lalu gunung yang terletak di perbatasan DIJ dan Jawa Tengah itu sudah memasuki fase erupsi efusif. Ditandai dengan pertumbuhan kubah lava dan guguran awan panas. “Tapi erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi, dengan lontaran material vuklanik diperkirakan mencapai tiga kilometer dari puncak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hanik juga menjelaskan, pasca-guguran awan panas kemarin, pihaknya menerima cukup banyak laporan mengenai adanya hujan abu dengan intensitas ringan. Terutama di beberapa desa dan wilayah di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Namun, untuk di wilayah DIJ sampai saat ini belum ada hujan abu yang dirasakan.

Dijelaskan Hanik, hujan abu itu terjadi disebabkan karena luncuran awan panas yang terjadi di Gunung Merapi. Hanik mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Terutama bagi mereka yang bertempat tinggal tak jauh dari zona bahaya Merapi. Jika terjadi hujan abu masyarakat juga perlu memperhatikan beberapa hal. “Selalu pakai masker dan pelindung mata, sumber air juga perlu ditutup,” imbaunya.

Dia juga kembali mengingatkan potensi bahaya dari Gunung Merapi, berupa potensi bahaya terjadinya guguran lava dan awan panas pada sektor selatan barat daya. “Meliputi Kali Boyong Krasak, Bebeng dan Putih dengan maksimum jarak lima kilometer,” jelasnya.(kur/pra) Editor : Editor Content
#Sleman #Gunung Merapi